Headlines News :
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas ditetapkannya Bapak Ir. Joko Widodo dan Bapak H. Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 ”

Prajurit TNI dan Polri Ikuti Donor Darah HUT TNI ke-69

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasal Laksamana TNI Marsetio dan Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia secara resmi membuka pelaksanaan donor darah di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (2/9/2014).  Donor darah yang dilaksanakan secara serentak di 34 Provinsi dan 135 kota/lokasi di seluruh Indonesia dengan target yang tersebar di seluruh Kotama jajaran TNI tersebut dalam rangka HUT TNI ke-69 tahun 2014, diikuti oleh prajurit/PNS TNI dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT), anggota Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri, Pia Ardya Garini serta Keluarga Besar TNI di seluruh Komando Utama (Kotama) TNI.
Adapun ditingkat Pusat, target 3.020 pendonor dengan rincian: Pati Mabes TNI 20 pendonor, Pati TNI AD 20 pendonor, Pati TNI AL 15 pendonor, Pati TNI AU 15 pendonor, Prajurit Mabes TNI 100 pendonor, Prajurit Mabes TNI AD 100 pendonor, Prajurit Mabes TNI AL 100 pendonor, Prajurit Mabes TNI AU 100 pendonor, Prajurit Mabes Kodam Jaya 600 pendonor, Prajurit Kostrad 400 pendonor, Prajurit Kopassus 200 pendonor, Prajurit Koarmabar 100 pendonor, Prajurit Kolinlamil 100 pendonor, Prajurit Marinir 300 pendonor, Prajurit Lantamal III Jkt 100 pendonor, Prajurit Paskhas 200 pendonor, Polri 200 pendonor, PNS TNI 200 pendonor dan anggota Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri, Pia Ardya Garini sebanyak 150 pendonor.
Sedangkan target jumlah pendonor di tingkat Komando Utama Operasi TNI adalah 69.000 pendonor dengan rincian :  Kodam I/BB 6.000 pendonor, Kodam II/Swj 5.000 pendonor, Kodam III/Slw 11.000 pendonor, Kodam IV 12.000 pendonor, Kodam V/Brw 11.000 pendonor, Kodam VI/Mlw 2.000 pendonor, Kodam VII/Wrb 10.500 pendonor, Kodam IX/Udy 2.000 pendonor, Kodam XII/Tpr 4000 pendonor, Kodam XVI/Ptm 1.000 pendonor,  Kodam XVII/Cen 1.000 pendonor dan Kodam Jaya 2.500 pendonor serta Kodam Iskandar Muda 2.000 pendonor.
Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini patut bersyukur karena TNI bisa berbuat untuk masyarakat Indonesia yang memerlukan darah, kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT TNI ke-69. "Prajurit TNI, Polri dan PNS TNI serta Ibu-ibu dari Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardya Garini melakukan sebuah kegiatan massal, sehingga prajurit-prajurit TNI memiliki kontribusi kepada masyarakat Indonesia", ungkap Panglima TNI.
"Bagi prajurit TNI pengorbanan jiwa dan raga adalah doktrin yang melekat pada jiwa TNI, pada diri prajurit, apalagi hanya setetes darah kepada rakyat Indonesia yang membutuhkan. Namun demikian TNI juga harus sadar bahwa satu tetes darah itu, justru memiliki makna kehidupan bagi orang lain" tegas Panglima TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI, Polri dan PNS TNI yang memberikan partisipasi dan kontribusi pada kegiatan donor darah. "Kegiatan ini adalah bagian kecil dari pengorbanan kita untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara", kata Panglima TNI.
Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert


Wabup Tutup Kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT)

Belitung–beritalima.com
Wakil Bupati Belitung, Drs. H Erwandi A Rani menutup kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL – PHT) HortiKultura, Selasa (02/09/2014) yang bertempat di perkebunan kelompok warga, Tani Mekar, Dusun 01 Rt 04/02, Desa Batu Itam Kecamatan Sijuk.



Pantauan beritalima.com Sebelum kegiatan ini ditutup,Erwandi langsung meninjau perkebunan milik Kelompok Tani Mitra yang berada disekitar lokasi kegiatan, Erwandi pun turut memetik buah cabe yang telah matang dan mengaku terkesan atas tanaman yang terhampar  sekitar 2 hektar lebih tersebut dengan  beragam jenis tanaman seperti Cabe, Bawang, Sawi, Bayam dan lain sebagainya.



"Sungguh Hebat...terus terang Saya sangat terkesan dan kagum dengan perkebunan ini yang di penuhi beragam tanaman,"ucap Erwandi.



Kegiatan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) yang diadakan oleh Balai Perlindungan Tanaman dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bangka Belitung bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Belitung tersebut telah berlangsung selama 3 bulan dengan peserta petani-petani dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Belitung.



Menurut informasi yang di peroleh beritalima.com,tujuan akhir dari kegiatan tersebut yaitu untuk memberi pemahaman kepada para petani, yang selama ini mungkin hanya mengetahui, tanam , pupuk dan panen. Akan tetapi banyak hal yang perlu diketahui dalam pertanian seperti, bagaimana pengendalian organisme hama tanaman, penyakit tanaman, efek terlalu banyak pupuk dengan bahan kimia, dan lain sebagainya.



"Saya memang hobi berkebun dan cinta kepada tanaman sejak dari dulu, akan tetapi saat ini tidak mempunyai waktu luang untuk berkebun karena telah diamanahkan oleh masyarakat Belitung untik kemasyalatan orang banyak menjadi Wakil Bupati.dengan keterbatasan waktu yang ada Jika menanam dirasa sangatlah perlu rasa kasih sayang dan diniatkan untuk sungguh sungguh," ungkap Erwandi.



Dia juga mengatakan sangat senang bisa melihat kebun yang seperti ini , dia pun mengajak para masyarakatnya untuk untuk mendalami ilmu pertanian jikalau sudah turun keperkebunan jangan menjadi petani musiman.



"Alangkah senangnya melihat kebun seperti ini, dan mari kita timbulkan kecintaan sebagai petani jangan jadi petani musiman yang hanya ingin menanam ketika sayur mayur mahal. Informasi serta ilmu yang didapat pada kegiatan ini semoga bisa disebarluaskan kepada kawan-kawan lain yang mungkin belum mengetahui akan berbagai macam hal. Saat ini ada keraguan dimasyarakat antara menambang dan bertani, dan saya mengharapkan masyarakat bisa beralih bertani karena dampak positifnya ke lingkungan lebih banyak ", ujar Wabup.



Setelah semuanya diberikan pengarahan, Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat pelatihan kepada 5 orang wakil dari Poktan/Alumni SL-PHT, penyerahan agent Hayati PGPR produksi Klinik PHT usaha tani mandiri dan penyerahan Sprayer kepada kelompok tani  Kelubi Makmur III desa Aik Gede dan  Kelompok tani Karya Tani desa Bantan oleh Wakil Bupati Belitung.



Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas TPHP2KKP Kab.Belitung, Drh. Endang Titiek Udayanti, Kepala Bagian Humas Setda kabupaten Belitung, Rusdin,S.Ikom, Kepala Desa Batu itam serta undangan lainnya.Dodi/Tiaz)

Rumah Disita Paksa Rektorat, Janda Dosen ITS Harus Menumpang Di Keluarganya

Surabaya (beritalima.com)  Sri Hariati Krisnani (37) mantan istri dosen ITS bersama anaknya, harus menumpang di rumah keluarganya di Pacar Kembang, Surabaya. Sebab, tempat tinggalnya telah disita paksa oleh rektorat ITS.

Rumah yang disita paksa itu adalah rumah tempat tinggal mereka di perumahan ITS di jalan Raya Tekhnik Komputer U-17, Keputih, Sukolilo, Surabaya. Semua barang dan isi rumah diambil dan dibawa ke gudang ITS, kemudian rumah digembok oleh satpam ITS yang melakukan pengosongan.

"Semua itu dilakukan saat saya sedang kerja dan anak saya sedang sekolah. Begitu pulang ke rumah, kami sudah tidak bisa masuk lagi. Karena itulah, kami keleleran dan harus menumpang tinggal di rumah saudara," kata Sri Hariati kepada wartawan. Selasa (2/9/2014).

Diceritakan, peristiwa penyitaan rumah tanpa sepengatahuan dirinya itu terjadi pada 19 Agustus lalu. "Gemboknya dirusak kemudian diganti gembok baru. Barang-barang di dalam, semuanya sudah tidak ada," keluhnya.

Karena semua barangnya hilang, saat itu dia langsung melapor ke Polsek Sukolilo, Kemudian, janda dari Imam Baihaki ini melapor ke Polrestabes Surabaya. Setelah beberapa hari, ada SMS yang masuk ke handphone anaknya. Isinya, memberitahukan bahwa barang -barangnya ada di gudang ITS. Kalau mau ambil, diminta ke sana. "Dari situlah saya tahu bahwa yang mengosongkan rumah saya adalah pihak ITS. Dan setelah saya datang lagi ke sana, belakangan ini tempat tinggal saya itu ditempati oleh satpam ITS," lanjut Sri didampingi pengacaranya, Poerwanto.

Sekarang, kasus tersebut masih ditangani Polrestabes Surabaya. Dan hari ini, selasa (2/9/2014), Poerwanto juga mengirim surat ke Polrestabes untuk meminta kepada penyidik supaya kasus itu dikembangkan ke arah penyerobotan dan pengerusakan.

"Kami sangat meyayangkan aksi ini. Institusi sebesar ITS seharusnya paham bahwa hak mengosongkan rumah, penyitaan dan sebagainya merupakan wewenang aparat. Apalagi, dalam hal ini rumah tersebut merupakan hak klien kami, " terang Perwanto.

Sri tinggal di rumah itu sejak tahun 1998 ketika masih bersama suaminya. Kemudian, pada 2006 dia bercerai. Dan sejak saat itu, dia tinggal di sana bersama anak serta seorang pembantunya.

Tanah seluas 150 meter persegi itu memang berstatus hak pakai, namun bangunan yang berada di atasnya merupakan hak milik Sri. Alasannya, rumah itu dibeli dari Sobi'i. Uang muka dibayar oleh orangtua Sri, kemudian angsuran selama tujuh tahun juga Sri sendiri yang melunasinya.

Setelah lunas, dia mulai dipingpong. pihak BTN menyampaikan bahwa surat ada di ITS, tetapi pihak ITS menyatakan bahwa kalau mau surat tanah itu ada di BTN. Dan setelah dia berpisah dengan sang suami, pihak ITS mulai terus meminta supaya dia meninggalkan rumah yang telah dibelinya itu.

"Saya disuruh pergi dengan alasan bahwa saya sudah berpisah dengan suami saya. Padahal, di perumahan itu banyak janda-janda yang bercerai dengan suaminya yang merupakan pegawai ITS. Tetapi tidak dipersoalkan.
Hanya saya yang terus direcoki," keluh Sri Hariati. (Hend)



Untuk Sementara DPD RI Belum Menyetujui Kenaikan BBM

JAKARTA, beritalima.com - Sudah saya pertimbangkan, biar bagaimanapun DPD RI harus dapat menyikapi RAPBN TA 2014 dan nota keuangan yang telah disampaikan Prwsiden kepada DPR dan DPD, 15 Agustus 2014 lalu.
Namun berdasarkan isu konsep DPD yang berkembang bagaimana Transisi bisa bekerja. Demikian hal itu disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman yang didampingi Ketua Komite IV DPD RI Zulbahri, Wakil Ketua Komite IV Litha Brent dan Ratu Ayu, serta anggota Komite IV DPD RI.

Dijelaskan Zulbahri, bahwa dalam penyampaian RAPBN TA 2014 tentunya berpedoman pada laporan Presiden yang lalu. Dalam laporan fiskal yang disampaikan Presiden lalu itu, bahwa pertumbuhan ekponomi tahun 2013 lalu itu sebesar 5,8% per tahun. Namun yang diharapkan DPD RI adalah 5,7% - 6,2% per tahun.

"Kita konsen pada dana transfer ke daerah kalau bisa lebih besar agar dapat mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran," tandas Zulbahri.

Lebih lanjut yang terpenting menurut Ketua Komite IV DPD RI adalah UU No.6/2014 tentang Desa, setiap desa perlu Rp800 juta - Rp1,4 miliar. Namun yang menjadi hal penting bagi komite IV adalah UU No.6 tahun 2014 twntang desa, setiap desa perlu 800 juta - 1 milyar. Oleh karena itu diperlukan anggaran Rp69,1 triliun sedangkan RAPBN tahun 2015 baru menyediakan Rp9,1 triliun.

"Yang menjadi konsen kami adalah subsidi BBM dan energi, dalam subsisdi ini harus tepat sasaran. Kita berpefoman pada nota keuangan. Namun untuk sementara belum menyetujui kenaikan BBM. Pemerintah dapat memertimbangkan keuangan negara," tandasnya.

Hal lain ditambahkan anggota Komite IV Sarah, senator asal NTT, ia mengatakan bahwa DAU tidak hanya sekedar uang yang turun ke daerah akan tetapi banyak dampak negatif di daerah hingga pemerintah diharapkan dapat mampu membangun daerah dengan memperhatikan keseimbangan antardaerah, keadilan, dan keberpihakan terhadap daerah-daerah yang relatif tertinggal. dedy mulyadi

Hartoyo Resmi Gantikan Dadik Sebagai ketua DPC Demokrat Surabaya

SURABAYA,beritalima.com - Sejak hari ini (2/9/14), pucuk pimpinan DPC Partai Demokrat Surabaya telah resmi berganti dari Dadik Risdaryanto ke Hartoyo sebagai pelaksana tugas (Plt). Dengan demikian peta politik yang ada di fraksi partai demokrat DPRD Surabaya bisa saja akan berubah, termasuk rekomendasi nama untuk wakil ketua DPRD Surabaya periode 20142019.
                                                                                               
Kabar soal turunnya SK DPP tentang penggantian ketua DPC Demokrat Surabaya dibenarkan oleh Hartoyo sebagai pemegang mandate posisi ketua DPC yang baru dengan status pelaksana tugas (plt).
"iya benar mas, saya baru tau hari ini, karena surat itu memang baru saya terima hari ini," jawab Hartoyo via ponselnya. (2/9/14) pukul 20.30 wib.
Pengakuan Hartoyo ini juga dibarengi dengan rencananya mengadakan rapat koordinasi partai dengan pengurus DPC Demokrat Surabaya yang akan dilaksanakan besok (3/9/14) di suatu tempat yang tidak disebutkan alamatnya, karena soal gedung kantorya masih dalam pembahasan.
"untuk itu kami besok akan mengadakan rapat pengurus, sekaligus membahas soal kantor DPC yang akan ditempati, karena merupakan persyaratan yang mutlak untuk keperluan surat menyurat," tandasnya.
Ditanya soal siapa nama yang akan lolos menjadi wakil ketua DPRD Surabaya asal fraksi demokrat, Hartoyo menjelaskan bahwa sebelumnya DPC Demokrat Surabaya telah mengirimkan 4 nama, namun rekomendasinya belum turun.
"siapapun punya peluang yang sama, makanya waktu DPC mengusulkan nama Juanedi sebagai pimpinan sementara di DPRD Surabaya, saya bilang silahkan asal benar-benar sementara, dan jika keputusan DPP keluar soal nama yang direkom untuk menduduki kursi wakil ketua, semuanya bisa saling menerima, artinya, bisa saja tetap Junaedi, tetapi bisa saja berubah, karena ada nama lain yakni Dini, Ratih dan Mahmud," tegasnya. (sh86/q cox)

Bambang DH : PDIP Tak Akan Usung Risma di Pilwali 2015

SURABAYA,beritalima.com - Meski tak sedikit warga kota Surabaya yang mengakui keberhasilan Tri Rismaharini saat menjabat sebagai Walikota, namun tidak bagi politisi gaek Bambang DH karena dianggapnya tidak bisa menjalankan koordinasi 3 pilar yang menjadi kewajibannya sebagai petugas partai PDIP.

Singkat kata, Bambang DH menegaskan bahwa PDIP akan mengusung kader yang dinilainya patuh kepada amanah partai, dan untuk sementara pilihan itu jatuh kepada Wisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat sebagai wawalikota Surabaya menggantikan dirinya yang mengundurkan diri.

Bambang menilai jika kepemimpinan Risma sebagai Walikota dianggap jalan sendiri karena tdak pernah melibatkan partai pengusungnya yakni PDIP yang mempunyai kebijakan koordinasi 3 pilar yakni koordinasi antara eksekutif partai, legeslatif dan pejabat daerah asal PDIP.

Ditanya sioal alasan kenapa tidak kembali mengusung Tri Rismaharini di Pilwali 2015, Bambang DH mengatakan jika pihaknya tidak ingin lagi ada kebuntuan komunikasi antara partai, legeslatif dan eksekutif yang diusung oleh PDIP.

"selama ini dia (Risma-red) kan selalu jalan sendiri, tidak pernah melaksanakan amanah partai yakni melakukan koordinasi tiga pilar antara lain partai, legeslatif dan eksekutif asal PDIP, tentu saja hal ini menjadi catatan tersediri bahkan merupakan persoalan besar bagi partai kami," ucapnya usai memberikan pembekalan ke sejumlah anggota fraksi PDIP DPRD Surabaya. (2/9/14)

Diakui oleh Bambang DH yang saat ini duduk dijajaran pengurus partai PDIP di Jatim bahwa pihaknya akan mengusung kader partai yang dinilainya layak di Pilwali Surabaya 2015 dan kemungkinan besar akan jatuh kepada Wisnu Sakti Buana ketua DPC PDIP Surabaya.

"jelas kami akan lebih condong untuk mengusung kader partai sendiri yang berpengalaman seperti WS (Wisnu Sakti Buana-red), karena beliau sarat dengan pengalaman, mulai dari jabatan di pimpinan dewan dan pimpinan partai hingga kini menjabat sebagai wawalikota," tegasnya kepada sejumlah wartawan yang ngepos di DPRD Surabaya.

Disinggung soal kedekatan Risma dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Bambang DH tidak mempersoalkan hal itu dan mempersilahkan untuk melakukan upaya apapun, tetapi diyakininya bahwa sikap partai di daerah sudah jelas.

"ya silahkan saja, kan biasanya memang begitu, selalu by pass alias langsung ke Ketum jika ada persolan yang berkaitan dengan partai, namun suara kader partai didaerah tidak bisa diabaikan demi masa depan partai, dan sudah jelas yakni kami tidak akan kembali mengusungnya," tandasnya. (sh86/q cox)

Mencari Pimpinan KPK Bukan Mencari Superman Tapi Super Tim

JAKARTA, beritalima.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Ganjar Laksana, menilai Busyro Muqodas mantan pimpinan KPK seharusnya tidak tergantikan, ia memiliki track record dan memiliki ekspektasi yang terukur.
"Saya yakin Busyro Muqodas lolos meskipun waktu menjadi pimpinan KPK hanya menggantikan sisa satu tahun Antasasi. Media kurang membantu memperkenalkan kepada kalayak. Kita mencari orang biasa bukan mencari superman tapi mencari super tim," tandas Ganjar, Selasa, (2/9/2014) pada Forum legislasi, di press room DPR RI dengan topik Polemik KPK, haruskan revisi UU
Hal lain ditegaskan Ganjar, muncul revisi, harus ada evaluasi secara kelembagaan, misalnya di DPR, panggil tanya dan ada hasil dari RDP. Itu kata Ganjar, yang harus menjadi bahan evaluasi. Kekurangan dan kelemahan diinventarisasi dengan tujuan memperkuat.
"Sedikit banyak bukan itu masalahnya, bagaimana kekurangan dan kelemahan itu di perkuat dan dipebaiki, seperti penegak hukum lain yang memiliki banyak kekurangan tidak ada yang membubarkan, mengapa hal ini terjadi di KPK," tegasnya.
Lebih lanjut dari paparan Ganjar Laksana, dari hasil itu, apa yang dilihatnya. Bagaimana tidak lagi terjadi bila ada kekurangan usulan revisi. Mengacu pada hal utama,
urusan penyadapan dan kewenangan penuntunan kpk di tindak pidana pencucian uang.
"UU tidak mngandung UU penuntutan, dalam praktek kewenangan KPK mengganggu kepentingan banyak orang. KPK ketika memiliki kewenangan menyelidiki seharusnya ikut meski tidak dinyatakan secara tegas. Kewenangan menydiik ada dan juga penuntutan," jelasnya.
Hal disampaikan Ganjar, tindakan korupsi memang mudah, namun makin besar kasusnya maka makin sulit dibongkar. Karena temannya orang hebat. Makin besar korupsinya maka makin hebat temannya.
"Kalau KPK harus berkonsentrasi pada kasus rumit seperti ini maka KPK bisa gak menuntaskan satupun kasus.
Yang mudah pembuktiannya adalah kasus pengadaan barang dan jasa, ini adalah korupsi yang paling mudah dilakukan. mark up, pengadaan tender ballpoint," imbuhnya.
Ditandaskan Pakar Hukum Pidana UI, KPK harusnya fokus pada perkara yang isitimewa saja. KPK seharusnya random target. Jadi bukan hanya pelaku atau penjahat yang tertangkap adalah orang yang tidak punya uang dan koneksi.

"Jadi penyadapan ini penting sebagai alat bantu dalam KPK membongkar kasus korupsi berdasarkan prioritas, dan random target. jangan orang hukum saja yang menilai KPK namun publik juga boleh melakukannya," jelas Ganjar.
Namun ditegaskan Ganjar, bahwa isu utama penegakan hukum adalah korupsi bukan yang lain. Lebih lanjut ia meyakini bahwa KPK bergerak tidak atas dasar politik melainkan
ada isu menarik.
"Tunjukan, saya negara yang pernah mempidanakan Presiden atau Perdana Menteri aktif, tidak ada, jika kita mempertersangka Wapres aktif kita akan malu atau bangga. seandainya Budiyono di tersangkakan Budiyono tidak akan ngamuk," ujarnya.
Hal lain disampaikan Misbakum Anggota DPR RI terpilih kembali, menyatakan kita kembali ke masalah KPK. Satu persepsi yang sama adalah masalah korupsi yang merupakan agenda bersama seluruh bangsa Indonesia bukan kelompkn tertentu.
"KPK lahir dari demokrasi sebagai bagian dari demokrasi sipil semuanya harus akuntable, KPK harus mempersiapkan hal ini. Masyarakat harus paham, ini harus menjadi concern kita bersama di KUHP.
KPK itu isinya polisi dan jaksa," jelas Misbakum.
Lebih lanjut ditegaskan Misbakum, KPK memiliki tugas yang luar biasa, yang harus diberikan kepercayaan. Sekaligus KPK harus disanjung dan dibuat transparan dengan mengetahui protokolnya.
"Yang inigin memanfaatkan mensalah manfaatkan KPK, kalau tidak ada aturan yang baku. Inilah yang harus diperkuat, prosedur yang transparan.
Yang dilihat KPK dan pemerhati ada kecurigaan. Jangan sampai ada kepentingan kelompok di remote jarak jauh, penyalahgunaan KPK ini tidak boleh," terangnya. dedy mulyadi\











Kejati Jatim Periksa Puluhan Pengusaha SPBU

Surabaya (beritalima.com) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melalui Tim penyidik pidana khusus (pidsus) meminta keterangan pada puluhan pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Jawa Timur (Jatim) terkait dugaan manipulasi bea tera metrologi.



Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jatim Romy Arizyanto membenarkan pemeriksaan tersebut. Namun, karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan maka pihaknya enggan memberikan keterangan lebih detail kasus ini.

" Memang ada pemeriksaan, kemarin yang sudah diperiksa sekitar 50 pemilik SPBU, untuk hari ini memang ada pemeriksaan tapi tidak tau berapa jumlah orangnya," ujar Romy, Selasa (2/9/2014).

Sementara Kasi Penyidikan (Kasi Dik) pada Pidana Khusus Kejati Jatim Mochamad Rohmadi menyatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kasus ini sekitar tiga minggu yang lalu. " Sekarang masih lid," ujar Rohmadi.

Terpisah, sumber di Kejati Jatim menyebutkan sebanyak 125 SPBU yang ada di Jawa Timur diduga melakukan penyimpangan dalam mengelola takaran BBM. SPBU tersebut diduga telah melakukan manipulasi takaran yang mengakibatkan hak konsumen tidak sesuai nominal transaksi. Idealnya ambang toleransi takaran 50 cc/10 liter namun SPBU tersebut takarannya jauh di atas ambang toleransi tersebut.

Donor Darah HUT TNI KE-69 Tahun 2014 Pecahkan Rekor MURI

SURABAYA-Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-69 tahun 2014, panitia HUT TNI melaksanakan kegiatan bhakti sosial donor darah yang dilaksanakan secara serentak pada hari Selasa (2/9) di seluruh wilayah Indonesia guna mencetak rekor MURI sebagai salah satu kegiatan bhakti sosial donor darah dengan menyediakan pendonor terbanyak.
    Untuk wilayah Jawa Timur ditargetkan sebanyak 10.000 orang disesuaikan dengan ketersediaan kantong dan penyimpanan darah. Pendonor yang disiapkan sebanyak 10.632 orang terdiri dari TNI AD sebanyak 7.780 orang, TNI AL sebanyak 880 orang, TNI AU sebanyak 250 orang dan partisipan non TNI (Ormas, Akademisi, Polri) sebanyak 1.722 orang.
    Adapun wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dilaksanakan secara terpusat di RS Dr. Ramelan Surabaya dengan melibatkan Keluarga Besar TNI (KBT) jajaran Kogartap III Surabaya, antara lain yang terdiri dari anggota TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, ibu-ibu dari organisasi istri TNI yang tergabung dalam organisasi   wanita  Dharma Pertiwi dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana (istri anggota TNI AD), Yalasenastri (istri anggota TNI AL), Pia Ardya Garini (istri anggota TNI AU), PNS Hankam dan Polri serta partisipan non TNI sewilayah Surabaya.
    Animo pendonor dari prajurit TNI dan Polri yang dilaksanakan di RS Dr.Ramelan sangat tinggi, terbukti jumlah pendonor yang dialokasikan sebanyak 2.510 pendonor terpenuhi. Pendonor terdiri dari TNI AD sebanyak 1.610 orang, TNI AL sebanyak 810 orang, TNI AU sebanyak 40 orang dan Polri sebanyak 50 orang.
    Kegiatan donor darah ini juga diikiti oleh Dangartap III/Surabaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko beserta Ny. Irfina Eko Wiratmoko serta pejabat-pejabat dari AL dan AU di wilayah Surabaya. "Kegiatan donor darah ini bertujuan untuk membantu sesama, masyarakat yang membutuhkan" ujar Jenderal Bintang dua ini.
    Untuk pelaksanaan donor darah di luar wilayah Surabaya dilaksanakan di RS. Tentara, Mall, Pendopo ataupun aula satuan yang tersebar di masing-masing wilayah kabupaten/kota seluruh Jawa Timur yang dikoordinir oleh Kodim.   

POLISI GAGALKAN MIRAS MASUK BANYUWANGI

Banyuwang- beritalima.com
Maraknya minuman keras di banyuwangi kini dalam waktu satu minggu kepolisian KP. TANJUNG WANGI berhasil menangkap penyelundupan miras "minuman keras"jenis arak,juma`at kemarin kp.tanjung wangi menyita ratusan cerigen arak yang menyebrang ke pulau jawa dari PELABUHAN asdp,hari ini kepolisian tanjung wang yang di pimpin oleh kapolsek tanjung wangi AKP.SUBANDI berhasil menyita 100 cerigen jenis arak yang hendak di kirim ke rogojampi banyuwangi,
Truck yang biasa bermuatan beras kini harus berurusan dengan pihak kepolisian,Dalam acara rutin atensi miras dari bapak kapolres banyuwangi,tadi malam dalam acara giat rutin kami berhasil mengamankan 100 ciregen miras jenis arak atau 3000liter arak,dan itu hasil kerja keras dari rekan-rekan kepolisan serta kerjasama dengan masyarakat,
kini sopir beserta barang bukti 100 ciregen arak dan truck bernopol.DK 9496 PI yang di kemudkan oleh "agus (35)asal glenmore ,masih kami tindak lanjuti,ungkap subandi kepada beritalima.com
Miras jenis arak asal dari karang asem yang hendak di kirim ke rogojampi sempat mengelabuhi agus dengan alasan muatan minyak goreng dengan upah transportasi sebesar Rp.500.000 ,agus mengatakan kalau barang muatan yang di perintahkan oleh ketut tidak tau kalau itu adalah arak yang saya muat ungkapnya,
subandi menambahkan kalau memang di wilayah pelabuhan penyebrangan ini sangat rawan,dalam satu minggu kemarin pihak kepolisan juga sempat mengamankan 6 mobil yang surat-suratnya bodong ungkap subandi.
Truck yang di kemudikan agus asal dari glenmore biasanya sering sekali membawa muatan beras kini harus berurusan dengan pihak berwajib dii karenakan truck yang di kemudikan membawa muatan minuman keras jeniis arak,kini piihak pemilik (S) yang hendak menerima miras sudah di hubungi oleh agus supaya datang ke KP.TANJUNGWANGI untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,tambah agus ,
Ketut sebagai pengirim adalah adik dari (S) asal dari watu kebo rogojampi banyuwangi,pengiriman miras yang di gagalkan oleh pihak kepolisian tanjung wangi berhasil di amankan jam 01.30WIB melaui penyebrangan LCM ketapang banyuwangi.(Ar/abi)



Donor Darah Serentak di Mabes TNI Cilangkap, Pecahkan Rekor MURI

JAKARTA, beritalima.com - Donor darah yang dilaksanakan bersama Panglima TNI, Jenderal Dr. Moeldoko dan seluruh Kepala Staf Angkatan beserta pejabat tinggi TNI, digelar Selasa, (2/9/2014) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Kegiatan itu memiliki tema "Bersama Rakyat,TNI Sehat". Selain mendonorkan darahnya, Panglima TNI beserta Kepala Staf Angkatan juga menyaksikan secara langsung donor darah yang dilakukan oleh para dokter dan perawat.

Pelaksanaan kegiatan donor darah, menurut Panglima TNI dilakukan serentak di 34 propinsi dan 135 kota."TNI melaksanakan donor darah di seluruh Indonesia dalam rangka HUT TNI ke-69 di 2014," terang Panglima TNI, Jenderal Dr.Moeldoko di sela-sela kegiatan donor darah di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur,Selasa (2/9).

Tujuan dari kegiatan ini, kata Panglima TNI, salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan. "Kita bersyukur dapat melakukan ini untuk masyarakat.Kegiatan ini juga untuk menyambut hari donor darah. Dan saya ingin prajurit-prajurit saya mempunyai kontribusi utk masyarakat," tandasnya.

"Hari ini di Mabes TNI Cilangkap ada sekitar 3200 peserta pendonor darah. Dan target rekor kita di tahun 2014 ini 69 ribu peserta," jelasnya.

Untuk diketahui, sasaran kegiatan donor darah yang dilakukan TNI di 34 propinsi dan 135 kota yang ada di Indonesia agar dapat memecahkan rekor MURI bisa terpenuhi.
Sementara target jumlah pendonor di tingkat komando utama operasi TNI adalah sebanyak 70.000 pendonor, dengan rincian Kodam I/BB 6000 pendonor, Koam II/Swj 5000 pendonir, Kodam III/Slw 11.000 pendonor, Kodam IV/Dip 12.000 pendonor, Kodam V/Brw 11.000 pendonor, Kodam VI/Mlw 2000 pendonor, Kodam VII/Wrb 10.500, kodam XI/Udy 2000 pendonor, Kodam XII/Tpr 4000 pendonor, Kodam VI/Ptm 1000 pendonor, Kodam XVII/Cen 1000 pendonor, dan Kodam Jaya 2.500 pedonor serta Kodam IM 2000 pendonor. Lainnya untuk tingkat pusat ditargetkan sekitsare 3.020 pendonor. dedy mulyadi

Tak Hadiri Sidang, Pengusaha SPBU Kalianak Bakal Dipanggil Paksa

ilustrasi
Surabaya (beritalima.com) Soetijono, warga Dharmahusada Utara Surabaya, terdakwa perkara penyerobotan tanah dan memasuki perkarangan orang tanpa ijin, terancam dipanggil paksa. Lantaran, pada hari ini (senin. 1/9/2014) sidang perdana yang mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Djamin Susanto, SH di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak memenuhi panggilan sidang, dengan alasan pergi ke Jakarta.



Di ruang jaksa Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, JPU Djamin terlihat menunggu kedatangan Soetijono sejak pagi. Namun, hingga tengah hari, Soetijono pun tak menampakan batang hidungnya. Djamin pun beranjak meninggal ruang jaksa, setelah mendapat kabar permohonan ijin dari Soetijono yang mengatakan bahwa dirinya sedang ada di Jakarta dan tidak bisa menghadiri sidang.

Hakim M.Yapi, SH.MH  yang menjadi ketua majelis dalam perkara ini,  membenarkan jadwal sidang perkara Soetijono, yang berprofesi sebagai bos Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Kalianak Surabaya tersebut.

"Ya semestinya hari ini sidang perdana, pembacaan dakwaan, tapi terdakwa tidak hadir. Dan apabila terdakwa tidak menghormati proses persidangan, kita bakal melakukan pemangilan paksa terhadap terdakwa," terang Yapi.

Soal penahanan, Yapi mengaku perkara yang teregister dengan nomor 2148/PID.B/2014/PN.SBY ini, tidak bisa dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya dibawah lima tahun.

Sejak penanganan perkara di tingkat kepolisian, Soetijono sering membuat repot aparat penegak hukum. Penyidik Polda Jatim harus memanggil Soetijono berulang-ulang saat hendak melakukan pelimpahan tahap dua kasusnya ke Kejati Jatim.

Kasus ini berawal dari perbuatan Soetijono yang membangun pagar dilahan milik korban Kurniawan, yang kebetulan berada disisi SPBU nya. Tanah seluas 50 cm x 200 meter milik korban, 'dimakan' oleh pagar terdakwa. Lima kali upaya korban untuk mensomasi, tidak direspon oleh terdakwa. Malah dengan sengaja ia melanjutkan pembangunan pagar tanpa sedikitpun mengindahkan peringatan korban.

Perkara ini sempat menarik perhatian pihak Puskopal dan Pemkot Surabaya. Puskopal sebagai pihak yang menyewakan tanah, mengakui bahwa pagar yang dibangun terdakwa memang memasuki lahan milik korban. Atas ulah yang dilakukan terdakwa, korban mengaku dirugikan sebesar Rp 15 miliar. Korban mengaku sejak pagar milik terdakwa dibangun diatas lahanya, ia tidak bisa membangun tempat usahanya.

Sehingga perjanjian bisnis yang ia lakukan bersama salah satu pengusaha Gresik jadi gagal berantakan. Perjanjian sewa-menyewa antar keduanya akhirnya dibatalkan sepihak oleh rekan bisnisnya. (Hend)

Presiden Timor Leste Taur Mantan Ruak Hadiahi Muchtar Pakpahan Humanright Defender Award

Timor Leste - beritalima.com, Muctar Pakpahan, Ketua Umum DPP SBSI yang juga sebagai pejuang HAM, akan mendapatkan human right defender award (penghargaan pejuang HAM) dari Presiden Republik Timor Leste. Penyerahan award itu akan berlangsung Sabtu 30 Agustus 2014 di Dilli dalam acara kenegaraan bertepatan dengan peringatan hari referendum.
Dengan didapatnya award ini, berarti ini adalah award ke 9 dari internasional. Inilah daftar award yang diperolehnya sebelumnya :

1. George Meany Award dari AFL CIO USA, 1997.,

2. Rule of Law Award dari ABA USA, 1997.,

3. Peace of Juctice Award, dari Rainbow Push Coalition, 1997.,

4. Honoris Causa, Rule of Law dari Dickenson College, 1997.,

5. Quizenpenning dari Netherlands, Maret 1998.,

6. Labor Right Defender Award dari CLC Canada, Juni, 1998.,

7. Human Right Defender Award dalam rangka memperingati 50 tahun Deklarasi HAM, dari Sekretaris Jenderal PBB dan Presiden Perancis, 10 Desember 1998.,

8. Labor Right Award dari NV Netherland, Mei 1999.

Muchtar Pakpahan akan terbang menuju Dili pada hari Jumat 29 Agustus. Catatan tambahan, sewaktu Muchtar Pakpahan dipenjarakan yang diawali peristiwa 27 Juli 1996 penyerobotan kantor PDI Megawaty, Muchtar Pakpahan sama-sama dipenjarakan bersama dengan Xanana, Budiman Sudjatmiko, Sri Bintang Pamungkas dan ratusan aktivis lainnya. Mereka baru bebas dari penjara setelah Reformasi berlangsung yang diawali lengsernya Soeharto dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998.

Semoga award yang diterima oleh Ketua Umum DPP SBSI ini, semakin mendorong banyak orang dengan sukarela ikut berjuang untuk HAM seperti HAM Buruh, Petani dan Nelayan. (BHM)

Presiden SBY Menerima Kunjungan Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda

Hubungan persahabatan antara Indonesia dengan Jepang telah lama terjalin hangat. Selain di bidang ekonomi, investasi perdagangan, dan teknologi, negeri matahari terbit tersebut juga banyak bergandengan tangan dengan Indonesia dalam tukar pikiran dan diskusi mengenai pemikiran, penelitian dan kajian di bidang sosial, demokrasi, serta kebijakan publik. Ketua asosiasi Jepang-Indonesia, Yasuo Fukuda menemui Presiden SBY di kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/9). Bersamanya turut pula dua pengusaha Jepang dan akademisi dari National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS).  Pembicaraan berlangsung hangat dan konstruktif membahas kemungkinan peningkatan kerjasama antara Jepang dengan Indonesia yang dijembatani oleh asosiasi Jepang-Indonesia. Kali ini pengusaha dari Group Mitsubishi dan Teijin turut hadir untuk berbincang langsung dengan Presiden SBY. Teijin Limited beroperasi di Indonesia sejak tahun 1975 dan memproduksi polyester fiber yang merupakan bahan baku untuk produk tekstil. Selain menghasilkan berbagai jenis produk polyester seperti filament yarn, staple fiber, dan fiber fill untuk pembuatan boneka dan bantal, Teijin Limited juga bergerak di bidang industri teknologi informasi dan alat-alat kesehatan. Sedangkan Mitsubishi Corporation hadir di Indonesia sejak tahun 1970 dan bergerak di bidang penjualan kendaraan bermotor roda empat, baik itu kendaraan pribadi, maupun kendaraan sport dan komersial. Sedangkan Yasuo Fukuda pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008. Kini ia menjabat sebagai ketua asosiasi Jepang-Indonesia.  Turut mendampingi Yasuo Fukuda, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori, dua staf dari Asosiasi Jepang-Indonesia Naoki Kuroda dan Yutaka Limura, Akademisi dari National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) Takashi Shiraishi, pengusaha dari Mitsubishi Corp, Masataka Komiya dan pengusaha dari Teijin Limited Oyagi. Rombongan dari Jepang ini dibantu oleh penerjemah bahasa Indonesia-Jepang-Indonesia Ayako Masuda.

Sedangkan Presiden SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Setkab Dipo Alam, Menkopolhukam Djoko Suyanto, dan Menlu Marty Natalegawa.

Foto. :  Presiden SBY menerima kunjungan dari ketua asosiasi Jepang-Indonesia, Yasuo Fukuda di kantor presiden, Jakarta, Senin (1/9). Yasuo membawa pengusaha Jepang di Indonesia dari Mitsubishi dan Teijin, serta akademisi dari GRIPS (National Graduate Institute for Policy Studies). Presiden SBY berharap pembicaraan dengan Yasuo Fukuda yang juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008 tersebut dapat mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama Indonesia dengan Jepang.

Ribuan Set Perlengkapan Panitia Porprov Diserahkan

Belitung Timur – beritalima.com
Bupati Belitung Timur (Beltim) Basuri Tjahja Purnama menyerahkan perlengkapan panitia dan kartu identitas (ID) Pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IV Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) 2014 di Kabupaten Belitung Timur. Penyerahan perlengkapan secara simbolis berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Beltim Kecamatan Damar, Senin (1/9).


          Acara penyerahan disaksikan Ketua Umum Panitia Pelaksana Porprov IV Zarkani Mukri, Ketua Komite Olah Raga Nasional (KONI) Beltim Komarudin Muthe, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Gustaf Pilandra, pengurus harian dan ketua sub-bidang Panitia Porprov IV, dan ketua pelaksana cabang olah raga Porprov IV.


          Perlengkapan yang diperoleh panitia Porprov IV Kabupaten Beltim beragam. Perlengkapan panitia berisi, baju kaos/ kemeja, topi, sepatu, rompi, celana traning, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


"Kita menyerahkan Id card untuk identitas di lapangan. Selain itu kita juga menyerahkan satu setel perlengkapan panitia sub-bidang dan panitia pelaksana cabang olah raga. Satu set perlengkapan yang diperoleh panitia berbeda antara satu dengan yang lain. Tergantung kebutuhan di lapangan," terang Gustaf.


Dalam Pelaksanaan Porprov IV ini, Dispora Kabupaten Beltim menyerahkan 800 set perlengkapan untuk panitia sub-bidang, 986 set untuk panitia pelaksana cabang olah raga, 104 set untuk pelaksana pertandingan dan 50 set untuk wartawan peliput pertandingan. Sedangkan untuk atlet merupakan tanggung jawab KONI Beltim.
Bupati Beltim dalam sambutannya berharap dengan diserahkannya perlangkapan akan menambah semangat panitia untuk bekerja mensukseskan pelaksanaan Porprov. Ia juga menyatakan akan memberikan dispensasi bagi para pegawai Pemkab Beltim yang tergabung dalam kepanitian Porprov.


"Ini kan hajatan besar, yang jadi panitia sama saja kerja untuk daerah. Membawa daerah dan melayani tamu, dengan jadi panitia kita sudah langsung praktek melayani orang. Jika Porprov sukses, ke depan kita mau bikin acara apa saja, kita tidak perlu takut. Di dalam siap, di luar siap, jangan sampai panitia melepaskan tanggung jawab," kata Basuri.(Dodi/ @2!)

Panitia Porprov Nyatakan Akan Selalu Transparan.

Belitung Timur–beritalima.com Panitia Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IV  Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) menyatakan akan selalu transparan (terbuka) terhadap informasi kegiatan dan anggaran pelaksanaan Porpov IV di Kabupaten Beltim. Untuk itu panitia mempersilahkan siapa saja yang ingin memperoleh informasi untuk mendatangi Sekretariat Poprov atau koordinator sub-bidang panitia Porprov IV.





          Hal ini diungkapkan Sekretaris Panitia Pelaksana Porprov IV Evi Nardi saat ditemui di Gedung Sekretariat Porprov IV Kabupaten Beltim, Jalan Sudirman Desa Baru Kecamatan Manggar, Senin (1/9).



          "Kami dari Panitia Pelaksana Porprov IV Babel tidak akan merahasiakan tahapan dan anggaran Porprov. Hanya saja khusus jumlah anggaran Porprov itu tersebar di berbagai SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Jadi untuk jumlah tepatnya silahkan datang langsung ke SKPD yang bersangkutan," kata Evi.



          Sekretaris pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Beltim ini menyebutkan anggaran untuk Porprov tersebar pada berbagai SKPD di lingkup Pemkab Beltim seperti, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pendidikan, Bagian Umum, Ekonomi Pembangunan, Humas & Protokol Sekretariat Daerah, KONI Beltim dan lain-lain.



          "Untuk lelang kegiatan Porprov bisa juga lihat di LPSE (layanan pengadaan secara elektronik). Nah bagi kawan-kawan wartawan, LSM, dan masyarakat umum kalau ingin informasi lebih akurat dan jelas silahkan datang langsung ke sana. Soalnya saya tidak hapal jumlahnya," ujar Evi.


          Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Beltim ini menyatakan dirinya hanya tau pasti anggaran yang berada di bawahnya, Sekretariat Panitia Pelaksana, yaitu sebesar 4,1 milyar.(Dodi/@zi)

64 Orang Bawa Api Obor Porprov

Belitung Timur-beritalima.com
Sebanyak 64 orang akan menjadi anggota pasukan kirab pembawa api obor Pekan Olah Raga Provinsi (Poprov) IV Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim). 64 orang ini terdiri dari, 31 orang pasukan inti, 31 orang pasukan pendukung, dan dua orang pendamping.


          Mayoritas anggota pasukan kirab merupakan pemuda dan pemudi dari Kecamatan Damar. Mereka adalah mantan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Beltim dan Paskibra Kecamatan Damar.


          Ketua Sub-bidang Kirab Api Obor, Muhammad Yulhaidir mengungkapkan pasukan kirab akan berlari marathon sejauh kurang lebih 7 kilometer. Mereka akan membawa api abor dari Kantor Bupati Beltim di Komplek Perkantoran Terpadu Kecamatan Manggar ke Stadion Belitung Timur Pelangi di Kecamatan Damar.


          "Saat ini kita sedang melaksanakan latihan persiapan, dari tanggal 1 sampai 4 September. Tanggal 6 September nanti kita melakukan gladi kotor dan bersih. Kita akan ukur dan cocokkan berapa waktu tepatnya," terang Yulhaidir saat ditemui disela-sela latihan pasukan kirab di Halaman Kantor Bupati Beltim,  Senin (1/9) Pagi.



Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Porprov IV Zarkani Mukri berharap pasukan kirab dapat memberikan yang terbaik demi kesuksesan Pembukaan Pelaksanaan Porprov IV Di Kabupaten Beltim. Dalam pengarahannya dihadapan pasukan kirab Ia menekankan tentang kesiapan fisik dan mental pasukan.



"Tolong jangan permalukan Kabupaten Beltim. Dalam latihan harus serius. Jangan liat besarnya honor, namun sebagai anak muda harus melakukan pengobanan dan pengabdian kepada Kabupaten Beltim," kata Zarkani.  



          Tanggal 8 September 2014, Api obor Porprov IV di Kabupaten Beltim akan diambil dari api alami di Open Feet, Gunung Kik Karak Kecamatan Kelapa Kampit. Setelah itu api obor akan diarak ke Tanjungpandan Kabupaten Belitung.
Dari Tanjungpandan, api obor akan dikawal oleh konvoi klub motor dan mobil untuk selanjutnya dibawa ke Kantor Bupati Beltim.


Acara penyerahan api obor akan berlangsung di Kantor Bupati Beltim. Bupati Belitung Sahani Saleh akan menyerahkan api obor kepada Bupati Beltim Basuri T Purnama, dengan disaksikan pengurus Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Provinsi Babel.  
Kemudian di tempat yang sama, api obor akan diserahkan dari Bupati Beltim kepada Ketua Pelaksana Porprov. Dari tempat itu, Selasa (9/9) Malam, api obor akan dibawa oleh pasukan kirab menuju Stadion Belitung Timur Pelangi untuk kemudian disulut. (Dodi/@2!)

UPTD Terminal Tanjung Pandan di Putus,Tunggakan 20 juta.

Belitung-beritalima.com
Terkait adanya pemutusan listrik di UPTD TERMINAL Tanjung Pandan kini Terminal Tanjung Pandan Desa Lesong Batang Menjadi gelap gulita.
Tidak hanya itu M.Kodir selaku kepala UPTD TERMINAL Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Tanjung Pandan Merasa sulit untuk Bekerja.

Pasalnya dikarenakan peralatan untuk mereka berkerja tidak bisa digunakan,seperti komputer dan lainnya.kepada wartawan dia mengatakan hal ini tidak di mengerti olehnya,sebab UPTD TERMINAL ini tidak seperti UPTD Dinas Dinas lainnya.

"Kami sulit untuk bekerja,komputer saja tidak hidup karena listrik di putus oleh PLN,dan saya tidak tahu kenapa,silakan konfirmasi kedinas Yang Langsung membawahi kami (Diskominfo)," jelas nya kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.

Menurut informasi yang di peroleh beritalima.com dari nara sumber yang menyewa kios terminal pemutusan listrik di terminal ini sudah Hampir tiga bulan,

"Ya hampir tigs bulan terminal menjadi gelap gulita." terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Terkait hal ini Ayi Thamrin selaku kepala SKPD Diskominfo Tanjung Pandan,berkomentar kepada wartawan,hal ini terjadi dikarenakan kekurangan anggaran.Anggaran yang kita ajukan dalam RAPBD hanya bisa membayar untuk dua triwulan Saja.

"Anggaran nya Kurang,hanya bisa membayar dua Triwulan saja,dan ini juga sudah kita bahas di dalam ABT di DPRD,dan sudah kita ajukan ke DPPKAD agar bisa untuk dibayar," terang nya.

Ayi menerangkan bahwa pemutusan ini hanya sepihak dirinya tidak menerima surat pemberitahuan terlebih dahulu,pihak PLN hanya memberikan Nota tagihan tunggakan senilai 20 jutaan.

"Pln tidak berkoordinasi terlebih dahulu,saya tidak ada menerima pemberitahuan akan pemutusan listrik UPTD ini hanya memberi Nota Tunggakan senilai 20 juta," kata Ayi Thamrin saat ditemui di Ruang kerjanya,senin (01/09/2014).(dodhi)


Panglima TNI Pimpin Sertijab Dansesko TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memimpin upacara serah terima  jabatan (Sertijab) Dansesko (Komandan Sekolah Komando) TNI di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (1/9/2014). Dansesko TNI diserahterimakan dari  Marsdya TNI Ismono Wijayanto kepada Mayjen TNI Sonny Widjaja. Marsdya TNI Ismono Wijayanto selanjutnya menjabat sebagai Itjen Kemhan RI, sedangkan Mayjen TNI Sonny Widjaja sebelumnya menjabat sebagai Asops Kasad.
Panglima TNI menyampaikan bahwa Sesko TNI sebagai lembaga kaderisasi calon-calon pemimpim TNI di masa yang akan datang artinya adalah sebuah tempat dimana input prajurit dibentuk oleh atmosfir dan dinamika sistem pendidikan di lingkungan TNI.  "Sehingga ketika sudah  lulus telah terwarnai dan mewarnai kehidupan keprajuritan dan kepemimpinan di lingkungan TNI, sekaligus para pemimpin-pemimpin tersebut akan menjadi mata air bagi kemajuan TNI". Ujar Panglima TNI.
Sesko TNI menjadi mata air memiliki makna bahwa dari pendidikan inilah bermula berbagai gagasan, inspirasi serta motor dalam hal ini stabilitas TNI yang akan mewarnai dan menentukan arah perjalanan  bangsa. Mata air yang tersebar di seluruh satuan TNI diharapkan dapat mengalirkan gagasan, inspirasi serta aksi dari motor-motor penggeraknya sehingga dapat menghidupkan gairah serta vitalitas pembangunan dan pengembangan TNI ke depan serta mampu mentransfer keunggulan ke lingkungan di sekitarnya, disinilah paradigma pusat keunggulan TNI menampakkan bentuknya.
Panglima TNI berharap bahwa Sesko TNI mampu mengintegrasikan kapasitas dan menterjemahkan keragaman ilmu di era globalisasi ini, sebagai kunci pokok dalam menciptakan strategi baru bagi pembangunan dan pengembangan TNI berkelanjutan, yang mampu membaca setiap kecenderungan isu yang berkembang.
Sesaat sebelumnya, Panglima TNI juga menerima Sertijab  tiga jabatan di lingkungan Mabes TNI, yaitu Koorsahli (Koordinator Staf Ahli) Panglima TNI, Asops (Asisten Operasi) Panglima TNI dan Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI. Jabatan Koorsahli dari Mayjen TNI Hardiono Saroso diserahterimakan kepada Panglima TNI, Asops Panglima TNI diserahterimakan dari Mayjen TNI Ridwan kepada Mayjen TNI Indra Hidayat R.  dan Kapusbintal TNI diserahterimakan dari Laksma TNI Asep Saepudin, S.Ag., S.H., M.H. kepada Kolonel Laut (P) Much. Richard, SH.
Mayjen TNI Hardiono Saroso selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun). Mayjen TNI Ridwan selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), sedangkan Mayjen TNI Indra Hidayat R  sebelumnya menjabat sebagai Kas Kostrad.  Laksma TNI Asep Saepudin, S.Ag., S.H., M.H. selanjutnya sebagai Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) sedangkan Kolonel Laut (P) Much. Richard, SH  sebelumnya menjabat sebagai Sekdispotmar Mabes TNI AL.
Panglima TNI menyampaikan bahwa saat ini kecenderungan dinamika lingkungan regional dan internasional yang berpengaruh terhadap situasi nasional, dan/atau kecenderungan perkembangan nasional dan internasional yang berpengaruh terhadap TNI, harus menjadi subyek kajian strategis yang obyektif, konfirmatif dan prediktif. Aspek subyek tersebut merupakan domain job desc Koorsahli, guna penegasan arah kebijakan Panglima TNI dalam optimalisasi pelaksanaan peran dan tugas.
Pada sisi yang sama, Asops Panglima TNI harus mampu memanfaatkan kecenderungan-kecenderungan tersebut untuk menjadi input bagi setting strategy dan kesiapsiagaan kekuatan TNI, baik kekuatan personel dan logistik yang bersifat stasioner, maupun yang bersifat mobile, dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan dari kecenderungan yang akan berkembang. Sedangkan kesiapsiagaan kekuatan TNI akan dipengaruhi oleh kesiapan mental dan spiritual prajurit dalam mengemban tugas, yang hal ini harus menjadi atensi dari Kapusbintal TNI.

Ratnawati Melalui Kuasa Hukumnya, Berharap Lepas Dari Tuntutan Hukum

Surabaya (beritalima.com) Ratnawati (45), terdakwa yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan senilai Rp. 4,5 miliar kembali digelar dengan agenda eksepsi (Nota keberatan atas dakwaan jaksa) yang dilakukan oleh pihak terdakwa. Senin (1/9/2014) di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

melalui Gunawan SH, selaku kuasa hukum Ratnawati menyatakan, meminta majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Burhanudin, SH agar dalam putusan sela yang sedianya akan dibacakan pada Kamis (4/9/2014) mendatang  menyatakan kliennya tidak terbukti bersalah.

Menurut Gunawan, dalam perkara ini yang menjerat kliennya ini tidak bisa disidangkan di PN Surabaya. Hal itu dikarenakan tindak pidana yang didakwakan Jaksa Lujeng Andayani, SH dari Kejati Jatim bukan terjadi diwilayah hukum Pengadilan Negeri Surabaya.

"Berdasarkan pasal 84 ayat (1) dan (2), Pasal 85  KUHAP, PN Surabaya tidak memiliki kewenangan untuk mengadili perkara ini,"kata Gunawan saat membacakan eksepsinya di ruang sidang
Selain itu, Gunawan menilai dakwaan pasal 378 dan 372 KUHP yang dijeratkan kliennya tanpa dasar hukum dan bukti yang kuat, Pasalnya peristiwa pidana yang dijeratkan ke Direktur PT Cakrawala Dua Benua ini tidak termasuk pidana melainkan masuk dalam ranah keperdataan.

"Ini masuk keperdataan, karena ada surat perjanjian hutang piutang teranggal 31 maret 2011 serta  bukti transfer Bank BCA atas nama Robert Mailissa."Urainya dalam surat eksepsi.

Dijelaskan Gunawan, persoalan antara terdakwa dengan saksi pelapor merupakan mitra kerja. Semula merupakan konsorsium di PT Cakrawala Dua Benua dengan PT Jembo Energindo.

Dalam perjanjian, terdakwa Ratnawati yang menjabat sebagai Direktur ini melakukan rencana kerjasama pengelolaan dan pembiayaan proyek milik PT Cakrawala Dua Benua dengan pengusaha surabaya yakni Echwanto dan Hendy Iskandar yang awalnya dikenalkan oleh Santoso Prajogo, pengusaha yang juga tinggal di Surabaya.

"Kerjasama itu dituangkan dalam perjanjian No 05 tanggal 04 Agustus 2010," terangnya.

Dalam rangka kerjasama pengelolaan dan proyek itulah, mereka membentuk perusahaan baru yakni  PT Armi Sukses Mandiri, yang didirikan pada 22 Juni 2010 lalu.

"Sebagai bentuk konsekuensi hukum sebagai pendiri sekaligus pemegang sahan PT Armi Sukses Mandiri, mereka menyetorkan modal untuk perseroan, baik modal yang disetor maupun modal yang ditempatkan, untuk tahap 1 Rp 21 miliar, tahap 20 miliar,"urainya.

Setoran modal tersebut dimaksudkan untuk pembiayaan proyek milik PT Cakrawala Dua Benua, konsorsium dengan PT Jembo Energindo yang menjadi obyek kerjasama antara PT Cakrawala Dua Benua dengan PT Armi Sukses Mandiri.

"Berbarengan dengan dilakukannya setoran modal itulah dibuatkan dokumen perjanjian hutang piutang antara PT Cakrawala Dua Benua dengan Albert Robert Mailissa. Itu dilakukan agar ketika mendapatkan keuntungan atau laba, PT Armi Sukses Mandiri dapat ditarik atau diambil oleh para pemegang saham," terang Gunawan.

Namun, ditengah perjalanan, dalam perjanjian waktu pengelolahan dan pembiayaan proyek tersebut masih membutuhkan tambahan modal. Saat itu disepakati Santoso Prajogo, Echwanto dan Hendy Iskandar menyepakati untuk mencari dana pinjaman dari lembaga perbankan.

Namun, Kata Gunawan, Hal itu gagal dilakukan lantaran pihak perbankan tidak mau melakukan pencairan pembiayaan, karena PT Armi Sukses Mandiri baru berdiri dan belum memiliki record yang baik di Bank maupun Bank Indonesia.

"Karena gagal , akhirnaya PT Cakrawala Dua Benua mencari sendiri dan berhasil mendapatkan pinjaman dari Bank Mutiara senilai Rp 60 miliar,"ungkapnya.

Berjalannya waktu, salah seorang penanam saham yakni Hendy Iskandar mengundurkan diri sebagai Direktur PT Cakrawala Dua Benua. Sebelum mengundurkan diri, Hendy Iskandar meminta dokumen asli perjanjian hutang piutang antara PT Cakrawala Dua Benua dengan Albert Robet Mailissa dan menarik personel representatif digroup Surabaya. Dokumen hutang piutang tersebut diganti tanpa ada persetujuan awal dari Ratnawati. Ratnawati diminta untuk tanda tangan oleh Hendy Iskandar atas dokumen yang terlebih dahulu ditanda tangani Echwanto

Menurut Gunawan, belakangan diketahui kejadian  penggantian dokumen itu digunakan untuk rencana mempailitkan PT Cakrawala Dua Dunia.

"Pada September 2012 , Echwanti dan Santoso Prajogo mengajukan gugatan kepailitan PT Cakrawala Dua Benua di Pengadilan Negeri Surabaya dengan dasar memiliki piutang Rp 4,5 miliar dan Rp 7 miliar yang sudah jatuh tempo dan dapat ditagih, namun PT Cakrawala Dua Benua tidak mau membayar atau melunasinya. Namun gugatan pailit itu ditolak dengan putusan perkara No 28/PAILIT/2012/PN.Niaga.Sby tertanggal 13 Desember 2012,"jelas Gunawan.

Gunawan meminta agar dalam putusan sela nanti, majelis hakim yang diketuai Burhanudin, SH. MH mengabulkan eksepsinya." Dan menyatakan PN Surabaya secara relatif tidak berwenang untuk memeriksa dan memutus perkara pidana ini dan menyatakan terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum atau onslag van rechtsvervolging,"jelas Gunawan  dalam surat eksepsinya.

Seperti diketahui dalam dakwaan JPU Lujeng, kronologis penipuan itu dilakukan oleh Ratnawati sejak 31 Maret 2011 silam.Saat itu, Echwanto dan Ratnawati ketemuan di Surabaya.

Mereka dipertemukan oleh seorang temannya. Dari situ, Ratnawati mengajak Echwanto untuk bekerja sama.
Ratnawati memperkenalkan dirinya sebagai direktur PT Cakrawala Dua Benua yang beralamat di By Pass Ngurah Rai 88, Sanur Bali. Dia menawarkan ke korban untuk bekerjasama dalam pengadaan energi listrik (mesin diesel/power plan) untuk dijual ke PLN Bima Sumbawa.

Dalam kerjasama itu, Echwanto dimintai pinjaman uang sebanyak Rp 4,5 miliar untuk kegiatan PT Cakrawala tersebut. Dia juga dijanjikan untuk mendapat untung 15 persen dari uang itu. Dan terdakwa janji untuk mengembalikan yang paling lambat 30 November 2011.

Untuk lebih meyakinkan korban, Ratnawati meminta korban mengirim uang itu dengan cara ditransfer ke rekening atas nama perusahaan PT Cakrawala.

"Setelah uang dikirim, ternyata semua janjinya itu tidak dipenuhi. Termasuk janji pendapatan 15 persen dan janji pengembalian uang," Jelas JPU Lujeng. (Hend)


 
by : Fen 2010 | email: berita_lima@yahoo.com | Redaksi
Copyright © 2011. BeritaLima.com - Sukseskan Pemilu 2014
BL PT. MEDIA PUTRA PENDOWO by Group
Design by: Browalas.Com To AMOI