Headlines News :
Sukseskan PON XX Tahun 2020 Di Papua

Dukung Prabowo Jadi Capres, Kiai NU Usung Mahfud MD Sebagai Cawapres

JOMBANG -- Para Kiai Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dukungan kepada Mahfud MD untuk menjadi calon wakil Presiden (cawapres) berpasangan dengan Capres Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden (Pilpres) tanggal 9 Juli mendatang. Dukungan ini diberikan belasan kiai NU Jatim dan Jateng dalam pertemuan tertutup di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyyah, Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Sabtu (19/4/2014) malam.
Salahudin Wahid, juru bicara para kiai yang juga pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang menyatakan, dalam pertemuan tertutup yang digelar sejak pukul 19.30 WIB-21.15 WIB, para kiai mendukung Mahfud maju bersama Prabowo dalam Pilpres Juli mendatang sebagai cawapres.
"Di dalam tadi, para kiai umumnya lebih condong kepada Pak Prabowo," ungkap ulama yang akrab disapa Gus Solah kepada para wartawan usai pertemuan tertutup di kediaman KH Abdul Aziz Masyhuri, pengasuh Ponpes Al-Aziziyyah.
Gus Solah menambahkan, dukungan ini masih belum final. Rencananya pada hari Rabu minggu depan, pihaknya akan menggelar pertemuan dengan para kiai lainnya untuk meminta saran terkait pencalonan Mahfud MD dalam Pilpres.
"Kita masih ingin mendapatkan saran-saran dari lebih banyak kiai lagi. Mudah-mudahan pada hari Rabu kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih kongkrit," tandasnya.
Sementara Mahfud MD kepada para wartawan membenarkan adanya dukungan dari para kiai kepada dirinya untuk maju dalam Pilpres bersama Prabowo. Namun dukungan dari para kiai ini masih menjadi bahan bagi dirinya untuk menentukan sikap ke depan.
"Yang disampaikan Gus Solah tadi akan menjadi rujukan utama untuk langkah selanjutnya, karena ini kan kiai lintas partai. Ada dari Golkar, PPP, PKB. Tadi rekomendasinya begitu (condong kepada Prabowo), rekomendasi itu bagus, tetapi kita lihat dinamika di lapangan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, usai bertemu Ketum Golkar Abu Rizal Bakrie di Denpasar, Bali siang tadi, Mahfud MD menggelar pertemuan secara tertutup dengan belasan kyai dari Jawa Timur dan Jawa Tengah di pondok pesantren (Ponpes) Al- Aziziyyah, Desa Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang , Sabtu (19/4/2014).
(dtc/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com






Rapimnas I PPP Putuskan Copot Suryadharma Ali Dari Ketua Umum

JAKARTA -- Rapat Pimpinan Nasional I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar kubu Sekjen PPP M Romahurmuziy memutuskan memberhentikan sementara Suryadharma Ali dari jabatan ketua umum partai itu.

"Rapimnas I PPP dengan tetap berpegang teguh pada AD/ART, mengoreksi sanksi yang diputuskan rapat pengurus harian PPP pada tanggal 18 April 2014 dari yang semula 'peringatan pertama' menjadi pemberhentian sementara kepada Suryadharma Ali dari jabatannya selaku Ketua Umum PPP," kata Sekretaris Rapimnas I PPP M Romahurmuziy di Jakarta, Minggu (20/4/2014) dini hari.

Rapimnas yang digelar sejak Sabtu (19/4) malam itu juga menetapkan Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP.

Rapimnas memberikan mandat kepada Emron untuk menyelenggarakan Mukernas III, Rabu (23/4).

"Rapimnas I PPP mengamanatkan kepada Mukernas III untuk menetapkan jadwal, waktu, tempat pelaksanaan muktamar dipercepat," kata Romi, panggilan akrab Romahurmuziy.

Rapimnas berlangsung tanpa dihadiri Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dan sempat diwarnai aksi protes oleh sekitar 50 orang yang mengaku sebagai simpatisan PPP.

Selain Romi dan Emron, pengurus DPP PPP yang hadir dalam Rapimnas itu antara lain Wakil Ketua Umum Suharso Monoarfa, Wakil Ketua Umum Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua Majelis Pertimbangan Zarkasih Nur, Ketua Majelis Pakar Barlianta Harahap, Wakil Ketua Majelis Syariah Fachrurrozy Ishaq, dan Bendahara Umum Mahmud Yunus.

(bsc/why/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Ratusan Polisi Berupaya Redam Bentrok Rapimnas PPP

JAKARTA -- Polisi terus berdatangan ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan di Jalan Diponegoro Nomor 60, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2014) malam. Itu dilakukan untuk menghindari bentrok antara peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP yang tengah berlangsung dengan sekelompok orang yang ingin membubarkan Rapimnas itu.

Saat ini sedikitnya ada 100 anggota Polri. Saat Rapimnas dimulai pukul 21.00 WIB, jumlah aparat yang mengamankan masih puluhan. Bala bantuan didatangkan ketika lebih dari 20 orang merangsek masuk ke lantai 3 tempat Rapimnas digelar.

Mereka hendak mererobos pintu ruang rapat. Namun, langkah mereka terhalang barikade aparat kepolisian dan satuan pengaman. Gagal masuk ruangan, mereka lantas melampiaskan kekesalan dengan berteriak dan membuat kericuhan di depan pintu ruang Rapimnas. Mereka meminta Rapimnas dibubarkan karena dinilai ilegal, dan hanya membuat perpecahan.

Mereka meminta rapat dilanjutkan setelah ada Ketua Umum PPP Suryadharma Ali." Harapan kami tunggu sampai Ketua Umum datang baru rapat dilanjutkan. Kami tidak ingin ada perpecahan di PPP," kata salah seorang dari mereka.

Oleh polisi mereka digiring ke lantai bawah. Setelah bernegosiasi, enam perwakilan dipersilakan naik ke lantai tiga. Sementara yang di lantai bawah terus berteriak agar Rapimnas dibubarkan karena dinilai ilegal.

Seperti diberitakan, Rapimnas PPP malam ini digelar untuk meminta klarifikasi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali terkait kehadirannya dalam kampanye akbar Partai Gerindra. Tindakan Suryadharma Ali yang datang dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden dianggap menyalahi hasil mukernas PPP. Namun, SDA tak hadir dalam Rapimnas malam ini.

(mnc/ttd/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Gelombang Mutasi Kembali Bergulir, Bupati Dharmasraya Lantik 125 Pejabat

DHARMASRAYA -- Gelombang mutasi dan promosi jabatan kembali bergulir di jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Sebanyak 125 orang pejabat yang terdiri dari pejabat esselon II, III, dan IV dilantik Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan, bertempat di auditorium Dharmasraya,

Dari enam orang pejabat esselon II yang dilantik, tiga orang diantaranya mendapat promosi jabatan Drs. Saikrasno, M. Si dipercaya sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral. ST. M. Taufik, SE, MM yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan Setda Dharmasraya dipercaya menjabat Pj. Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modan, Pengadaan Barang dan jasa (BP2MPBJ) dan Akrial S.Pd, MM yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika, Pariwisata dan Budaya dipercaya untuk menjadi pucuk pimpinan di instansi tersebut.

Sementara itu, Drs. Zubrizal yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Usaha mikro, Kecil dan Menengah (Koperindag & UMKM) dilantik menjadi Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik. Khairuddin, SE, MM ditunjuk menggantikan Drs. Zubrizal, dimana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sedangkan Ridwan Jaya, SH, MM yang sebelumnya menjabat kepala BP2MPBJ ditunjuk untuk menjabat kepala Bappeda.

Di lingkup Sekretariat Daerah juga terjadi mutasi dan promosi jabatan. Dimana jabatan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang sebelumnya dijabat Drs. Novhendri S, MM sekarang dipercayakan kepada mantan Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya, Catur Ebyandri Mushendra, SSTP, M.Si, sedangkan pejabat lama dipercaya memimpin Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan. 
Di Bagian Humas dan Protokol juga terjadi pertukaran pimpinan dari Paryanto, S. Sos, MT, sekarang menjabat Sekretaris Bappeda, kepada Budi Waluyo, A. Md yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Peternakan dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Gunawan menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan adalah semata-mata kebutuhan organisasi tanpa ada kepentingan pribadi atau golongan.

"Mutasi dan promosi jabatan adalah hal biasa bagi seorang PNS. Hal ini dilakukan sebagai penyegaran dan pengembangan karir PNS tersebut. Pengangkatan ini sebelumnya telah melalui pengkajian, evaluasi dan pembahasan oleh tim Baperjakat. Jadi tidak ada terdapat kepentingan pribadi atau golongan di dalamnya," ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, bahwa ke depan, tuntutan, hambatan dan rintangan akan semakin berat dan komplek. Untuk itu dibutuhkan keseriusan, kerja keras dan keikhlasan dalam bekerja, sehingga semua hambatan dan rintangan dapat teratasi.

"Saya yakin anda akan memberikan yang terbaik untuk daerah ini, sehingga nantinya darma bhakti anda ini tidak akan hilang begitu saja, namun akan selalu dikenang sebagai pengabdian yang ikhlas. Untuk itu jalankanlah amanat ini dengan sebaik-baiknya. Berfikirlah ke depan untuk membangun daerah ini, karena Dharmasraya membutuhkan kerja keras dan pengabdian anda," pungkas Bupati.
(soc/ep/irs)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Perolehan Suara Minim, Caleg Nasdem Sekap & Siksa Tim Sukses

BINJAI, SUMUT -- Setelah disekap dan disiksa oleh kelompok ormas pemuda di Binjai, Sumatera Utara, dua orang lagi tim sukses celeg dari Partai Nasdem akhirnya diselamatkan dari rumah kosong dalam kondisi tangan diborgol di Jalan Gunung Sibayak, Kota Binjai, Sabtu (19/4/2014).
Kondisi kedua tim sukses caleg gagal itu dipenuhi luka bekas api rokok, setruman listrik dan pukulan benda tumpul. Kondisi korban trauma berat. Keduanya adalah Sunardi dan Khairul Amin, warga Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Di kaki kedua korban juga ditemukan bekas tembakan senapan angin. Saat diperiksa ke rumah sakit, peluru dari senapan angin itu masih bersarang.
Kepada petugas kepolisian, korban mengaku telah mengalami penyiksaan yang diduga telah dilakukan oleh salah satu ormas di rumah kosong, yang berada di sebelah kantor ormas.
Kedua korban diketahui merupakan tim sukses salah satu caleg dari Partai Nasdem, Restu Kuara Ningrum, nomor urut 3, daerah pemilihan Binjai dua. Sang caleg gagal memperoleh suara dalam pemilu legislatif, 9 April lalu.
Penyiksaan diduga berhubungan dengan imbas minimnya perolehan suara si caleg. Sedangkan mereka sudah menerima uang sebanyak Rp86 juta untuk dibagikan kepada pemilih.
Sayangnya, setelah uang dibagikan, caleg yang mereka perjuangkan tidak mendapatkan suara dan gagal menjadi anggota DPRD Kota Binjai.
Kedua korban lantas diminta mengembalikan uang yang telah mereka terima dan diancam akan terus disekap jika uang tersebut belum dikembalikan.
Kasat Reskrim Polres Binjai, Ajun Komisaris Polisi Repi Nurvilani, menyatakan penyekapan tim sukses oleh kelompok ormas pemuda ini telah mereka ketahui dan baru malam ini berhasil dibebaskan.
"Keduanya sudah berada di mapolres Binjai guna dimintai keterangan," kata Repi.

Puluhan personel Polres Binjai, Sumatera Utara, langsung melakukan penggerebekan ke markas ormas pemuda yang berada di Jalan Gunung Sibayak, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Sayangnya, saat tiba di kantor ormas pemuda, petugas tidak menemukan satu orang pun anggota ormas. Kemudian petugas melakukan penyisiran ruangan mencari alat bukti yang digunakan pelaku. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah sejata tajam jenis kelewang, tombak, senapan angin dan anak panah beracun.
Selain itu, petugas juga menemukan alat setrum listrik yang diduga telah digunakan tersangka untuk menyiksa korban.
Kepala Bagian Operasional Polres Binjai, Komisaris Polisi Reza Fahlevi Lubis, menyatakan penggerebekan dilakukan setelah ditemukannya bukti dan pengakuan korban terkait siapa pelaku penyiksaan.
"Kita masih terus memburu pelaku penyekapan dan penyiksaan. Sudah diketahui identitasnya," katanya.
Sebelumnya, satu orang tim sukses lainnya bernama Surya juga pernah disekap selama enam hari oleh kelompok yang sama. Namun, dia dibebaskan pelaku karena mendapat jaminan dari orang tuanya akan mengganti semua uang yang telah diterima.
Tapi, karena tidak terima dengan penyiksaan yang dialami, Surya beserta keluarganya melapor ke polisi. 
(vvc/one/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Bibi Kim Jong-un 'menghilang misterius' dari film propaganda Korea Utara

KOREA UTARA -- Bibi dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, secara misterius menghilang dari sebuah film propaganda yang telah diputar ulang. Ini menimbulkan spekulasi dia telah 'dibersihkan' atau bahkan dieksekusi.
Kim Kyong-hui, 67 tahun, adalah janda dari Jang Song-taek, yang sebelumnya telah dieksekusi oleh Kim Jong-un atas tuduhan pengkhianatan. Meski sementara ini dia dipercaya akan tetap 'aman' di bawah bayang-bayang rezim kebrutalan keponakannya itu, tapi para analis mengatakan hilangnya dia dari film dokumenter itu terbilang menyeramkan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (19/4/2014).
Kim sering terlihat di sisi sang keponakan dan istrinya pada acara-acara publik sampai Januari tahun ini, ketika penampilan publik terakhirnya di dokumenter ditampilkan di Televisi Pusat Korea Utara (KCTV).
Dalam rekaman itu, yang ditayangkan pada Januari lalu, Kim terlihat berjalan dengan keponakan dan istrinya menuju Istana Kumsusan Matahari di Ibu Kota Pyongyang, untuk memberikan penghormatan kepada jenazah mantan pemimpin Korea Utara Kim Il-sung dan Kim Jong-il yang sudah dibalsem.
Keselamatan Kim dari tindakan 'pembersihan' atau eksekusi selalu dianggap tidak akan terjadi karena dia adalah putri dari pendiri Korea Utara Kim Il-sung dan adik almarhum pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il.Perannya baru-baru ini adalah sebagai Sekretaris untuk Organisasi Partai Buruh Korea.
Meski dia sering terlihat berada di dekat Kim Jong-un di sejumlah acara-acara publik, dihilangkannya dia dengan sengaja dari film dokumenter asli itu membuat para pengamat berpendapat dia mungkin tidak pernah terlihat lagi.
Koran asal Korea Selatan Chosun Ilbo, yang memiliki sumber terpercaya di antara pengamat Korea Utara, melaporkan pemutaran asli film itu sebelumnya menampilkan Kim. Tapi pada pemutaran kembali film tersebut pada Selasa kemarin bahwa dalam adegan itu hanya memperlihatkan Kim Jong-un, istrinya, dan para pejabat militer laki-laki.
"Tampaknya Kim Kyong-hui mengundurkan diri dari posisi utama dalam partai, tetapi kita perlu verifikasi tambahan untuk melihat apakah dia digulingkan," tulis koran itu, mengutip pernyataan dari Kementerian Penyatuan di Seoul.
Kim sempat terlihat 'secara utuh' di sebuah konser publik pada September tahun lalu. Namun, ketika namanya berada dalam daftar di antara para pejabat tinggi di sebuah komite pengorganisasian pemakaman kenegaraan dari seorang pejabat senior Partai Buruh, dia tidak hadir.
Ini mengarah ke desas-desus dia telah meninggal atau sedang sakit parah. Tapi kemudian dia muncul dalam pertunjukkan pertama film dokumenter itu pada Januari lalu.
Meskipun perlindungan terhadap dirinya dianggap lantaran memiliki keturunan langsung dari pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, tapi Kim masih memiliki hubungan dengan seorang suami yang secara terbuka dikecam sebagai pengkhianat dan dieksekusi pada bulan Desember tahun lalu.
Setelah kematiannya, anggota keluarga yang memiliki kaitan langsung dengan suaminya itu dikatakan telah ditembak mati dan kerabat lainnya dihukum di dalam kamp kerja paksa.
Di antara mereka yang tewas, yang dilaporkan merupakan perintah langsung dari Kim Jong-un, adalah duta besar Korea Utara untuk Kuba dan Malaysia.
Insiden 'menghilangnya' Kim Kyong-hui telah menimbulkan spekulasi bahwa tempatnya dalam posisi tinggi di Partai Buruh telah diambil oleh adik Kim Jong-un, Yo-jong.
(mdk/fas/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Akibat Suara Golkar Dibawah Harapan, Desak DPP Beri Penjelasan

JAKARTA, beritalima.com - Yorrys Raweyai Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (Ketum AMPG) yang didampingi Sekjen Muhammad Sarmuji terhadap hasil quick count Pemilihan Legislatif 2014 yang menghasilkan Partai Golkar hanya mencapai 14,30%, merasa kecewa berat. Oleh karena itu underbow partai golkar itu mendesak dan meminta DPP partai memberikan penjelasan terkait pencapaian suara partai.

"Hasilnya sungguh jauh dari target yang dicanangkan Bapilu yaitu kisaran angka 25-26 persen," tutur Yorrys Raweyai, Sabtu (19/4/2014).‬

Yorrys menambahkan, AMPG akan mendesak adanya evaluasi atas hasil yang diraih dalam Pileg lalu oleh DPP. Atas dasar itu Yorrys akan mendorong evaluasi tersebut sesuai dengan AD/ART partai.‬

‪"Golkar itu organisasi partai politik yang modern, kita tidak mau untuk berandai-andai, sehingga berdasarkan pengalaman berorganisasi maka evaluasi tersebut akan disuarakan saat rapimnas bulan Mei mendatang," ujarnya.‬

‪Masih lanjut Yorrys, banyak desakan dari arus bawah partai yang kecewa dengan kinerja DPP.‬ Oleh karena itu, dirinya mendesak agar ada jawaban secepatnya terkait rapimnas.

‪"DPP harus cepat merespon sebelum ada kejolak dan mengambil sikap atas aspirasi dari arus bawah dan semua sayap Golkar. Kami mendesak DPP untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi dalam rapimnas mendatang,"pungkasnya. dedy mulyadi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Atas Kasus Pelecehan Seksual, KPPA Mendesak Presiden

JAKARTA, beritalima.com - Koalisi Penyelenggara Pendidikan Anak (KPPA) atas inisiator Komnas Waspan, Satgas Perlindungan Anak, LBH Bogor mendesak Presiden RI untuk mempercepat penerapan system perlindungan anak di Indonesia, mengingat kasus yang menimpa murid TK International School di Jakarta Selatan agar diusut sampai tuntas sehingga dapat mengurangi kekhawatiran dan kegelisahaan orang tua, masyarakat dan lembaga pendidikan.
KPPA yang juga sebagai petisi Handayani yang terdiri dari M. Ihsan, SH.,MH.,M.Si; yuhendra, SH.,MH; daulat Hutasoit, SH; siswadi Halawa, SH; Irsan Gusfrianto, SH; RR Sulistya Indrayati, SH meminta kepada Mendikbud untk melakukan sosialisasi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, hingga masyarakat mengetahui dan memahami tentang prosedur penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
Mereka juga menghimbau kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia, khususnya yang di lembaga pendidikan hingga ada jaminan bagi orang tua, penyelenggara pendidikan dan masyarakat bahwa siapapun yang melakukan tindak pidana seksual harus mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
Konferensi pers yang dibacakan Ali Tanjung sebagai koordinator KPPA menghimbau penyelenggara International School yang telah kecolongan mempekerjakan penjahat kelamin agar membuat laporan kepada kepolisian untuk menghukum seberat-beratnya. Begitu juga menghimbau masyarakast luas untuk bpro aktif melaporkan kepada kepolisian jika mengetahui anak mengalami ancaman. Lanjutnya Ali Tanjung mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan pengawasan pemberitaan yang merusak keberlangsungan pendidikan anak sesuai pasal 117 UU Perlindungan Anak.
Selain itu, Ali menegaskan, seluruh stake holder agar menahan diri dalam mengeksploitasi pemberitaan atau dugaan dan menjaga bersama-sama kehancuran dunia pendidikan anak di Indonesia. Lain hal diungkapkan Ali Tanjung usai konferensi pers bahwa tidak semua kasus pelecehan seksual diinginkan melainkan harusbdikutuk pelaku pelecehan seksual dari lembaga pendidikan.
Sementara diungkapkan Ali Tanjung terhadap desakan kepada Presiden RI, dalam arti kebijakan dan bukan hanya berdasarkan pasal per pasal walaupun arahnya pada Pasal 54 UU Perlindungan Anak.
"Ini beda bukan kasus hukum biasa namun karena pembentukan petisi ini hanya sebagai contoh agar lembaga pendidikan dapat menegakan hukum," tandasnya. dedy mulyadi





Dilaporkan "Money Politics", Caleg DPR-RI Demokrat Pukuli Mantan Tim Sukses

YOGYAKARTA -- Maksud hati ingin memberikan laporan dugaan money politics ke kantor Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY), apa daya, begitu sampai di kantor yang dituju, malah kebagian "bogem mentah".

Insiden pemukulan ini terjadi sekitar pukul 12.20 WIB hari ini, korbannya bernama Indria Gunawan (43), mantan tim sukses calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrat untuk DPR-RI nomor urut 4 berinisial "AT". Celakanya, pelaku pemukulan adalah AT sendiri, yang merasa tak senang atas pengaduan korban ke Bawaslu DIY.

Kepada media ini, korban memaparkan, sebelum diserang secara tiba-tiba oleh AT, ia bermaksud menemui komisioner Bawaslu DIY guna memberikan keterangan terkait laporan dugaan money politics dengan AT selaku terlapor.

Sebelum sempat membeberkan lebih lanjut dugaan money politics yang diketahuinya, AT keburu mencegat dengan ekspresi penuh kemarahan. Sempat berlangsung perang mulut antara korban dan sang caleg. Namun sejurus kemudian, sekonyong-konyong AT yang terlanjur kalap melayangkan "bogem mentah" dan mendarat di pipi kanan korban. Korban yang ciut nyali tak kuasa membalas serangan AT yang kalap.

Mujur bagi korban, sebelum AT melanjutkan serangannya, sejumlah orang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sigap melerai. Kesal emosinya tak terlampiaskan maksimal, AT lalu memaki-maki korban seraya melontarkan kata-kata bernada ancaman. Begitu masyarakat dan mulai merubung, AT berlalu meninggalkan kantor Bawaslu DIY yang berlokasi di Jl. Nyai Ageng Nis No.54, Peleman, Rejowinangan, KG, Yogyakarta tersebut.

Korban yang mengalami lebam pada bagian pipi kanannya, melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Kotogede. Hingga berita ini diturunkan, AT yang mencaleg untuk DPR-RI dari Partai Demokrat belum diamankan petugas, sementara korban yang tercatat sebagai warga Ploso I RT 01/RW 14, Sumberwungu Tepus, Yogyakarta, telah diambilkan visum et repertum-nya.

(BL-1/ede)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Sanggar Alang-Alang Ikut Bantu Pemerintah Tangani Anak Jalanan

beritalima.com, Sanggar Alang-alang telah ikut membantu pemerintah baik provinsi maupun kota untuk menangani anak jalanan. Dalam usianya yang mencapai 16 tahun, telah banyak yang dilakukan Sanggar Alang-alang pada anak-anak jalanan. 
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Peringatan HUT ke-16 tahun Sanggar Alang-alang "Belajar-berkarya-berdoa" di Food Court Golden City Mall Surabaya, Sabtu (19/4).
Ia mengatakan, Sanggar Alang-alang bisa bertahan hingga usianya ke-16 tahun, karena manfaatnya bisa dirasakan anak-anak jalanan dan masyarakat Surabaya. Bahkan sanggar ini banyak memiliki prestasi yang membanggakan. Salah satunya yakni tim sepakbola putra anak jalanan Indonesia berasal dari Sanggar Alang-alang bisa berhasil lolos ke perempat-final Street Child World Cup (turnamen sepakbola bagi anak-anak jalanan di seluruh dunia).   
Gus Ipul sapaan akrab lekatnya menyampaikan, pendiri sanggar ini telah membuat anak-anak jalanan dan generasi mendatang menjadi generasi yang hebat dan luar biasa. "Adik-adik Sanggar Alang-alang bisa menjadi penerus bangsa, siap menjadi generasi yang sukses," ujarnya. 
Gus Ipul juga menyampaikan selamat ulang tahun ke-16 kepada Sanggar Alang-alang dan berharap agar semakin sukses untuk Sanggar Alang-alang. Ia menyerahkan Buku "Bukan Alang-Alang Biasa" kepada para donator tetap sanggar. 
Pada kesempatan yang sama, Istri Menteri BUMN RI Nafsiah Sabri Dahlan ikut menghadiri peringatan HUT ke-16 Tahun Sanggar Alang-alang. Ia bersama Menteri BUMN RI dikenal sebagai salah satu donator tetap yang ikut membangun dan membesarkan Sanggar Alang-alang. (red). 


Ketua BKOW Jatim Optimis Musik Kolintang Bisa Go International

Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur, Dra. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf optimis musik kolintang bisa go international. Ini karena kolintang merupakan alat musik tradisional asli Indonesia yang memiliki alunan nada yang khas dan unik.
Keunikan tersebut diantaranya yakni cara memainkannya harus secara berkelompok dengan penataan aransemen musik, teknik yang baik, dan ditunjang dengan penyanyi yang memiliki suara merdu. Berbagai keunikan itulah yang menjadikan kolintang memiliki keunggulan tersendiri yang tak kalah dengan permainan alat musik dari negara lain.
"Musik kolintang dapat eksis dan sejajar dengan alat musik lain. Dengan menggaungkan kembali dan mengajak masyarakat mencintai musik ini, kami optimis musik kolintang akan semakin eksis di Jawa Timur, bahkan sampai ke mancanegara"kata Fatma saat membuka R.A Kartini Kolintang Competition 2014 di Grand City Mall Surabaya. Sabtu (19/4).
Fatma mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan BKOW Jatim untuk menggaungkan kembali sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai musik kolintang adalah melalui festival Kolintang yang diselenggarakan rutin dalam tiga tahun terakhir. Festival ini juga bertujuan untuk memperingati hari kelahiran pahlawan nasional, RA Kartini.
"Festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya tradisional asli Indonesia sehingga dapat menunjukkan jati diri dan kepribadian bangsa yang harus dipertahankan ditengah arus modern. Dengan semangat Kartini, BKOW Jatim bertekad untuk menjaga musik kolintang selalu eksis bahkan bisa terdengar hingga ke level dunia" katanya.
Agar lebih dicintai oleh generasi muda, Fatma juga mengajak insan pendidikan, khususnya sekolah-sekolah di Jatim untuk menjadikan kolintang sebagai salah satu pilihan ekstra kulikuler siswa. "Mari bersama mengenalkan musik kolintang, agar anak-anak muda semakin mengenal musik ini dan mencintai alat musik tradisional. Ditangan merekalah harapan budaya dan bangsa dapat diteruskan." pesannya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Festival Kolintang, Tuti mengatakan, festival diikuti oleh 11 grup kolintang wanita dewasa umum dari BKOW se-Jatim. Diantaranya, Petrokimia Gresik, Armatim, DWP Dinas Pendidikan Sidoarjo, Srikandi Ngawi, Perhutani, PKK Rungkut Harapan Surabaya, DWP Dipenda Jatim, dan BKOW Pacitan.
Kesebelas grup tersebut akan mengikuti babak penyisihan pada tanggal 19 April, masing-masing grup menyanyikan 2 buah lagu yang terdiri dari lagu wajib berjudul "Baktimu Kartini" dan satu lagu pilihan. Penampilan pertama adalah grup Petrokimia Gresik yang membawakan lagu wajib dan lagu pilihan berjudul "Lentera Cinta", sedangkan grup yang terakhir tampil adalah Grup BKOW Pacitan yang membawakan lagu wajib dan lagu pilihan berjudul "Ibunda".
Dari sebelas grup yang tampil, panitia hanya meloloskan 8 grup yang akan tampil di babak Grand Final yang diselenggarakan pada hari Minggu, 20 April 2014. Juara I lomba tersebut akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta, Juara mendapat II Rp. 4 juta, Juara III mendapat Rp. 3 juta, Juara Harapan I mendapat Rp. 2,5 juta, Juara Harapan II mendapat Rp. 2 juta, dan Juara Harapan III mendapat Rp. 1,5 juta. Total hadiah festival tersebut adalah sebesar Rp. 19 juta.
Panitia juga memberikan hadiah tambahan untuk kategori Penyaji Terbaik Irama Kroncong, Penyaji Terbaik Lagu Pop, dan Penyaji Terbaik Instrumen Lagu Daerah. Kriteria pemenang menurut dewan juri adalah berdasarkan penilaian terhadap aransemen musik, teknik, vokal, pembawaan dan penampilan.
Hadir pada kesempatan itu, Istri Sekdaprov Jatim, Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, Istri Ketua DPRD Jatim, Elok Sunardhi, para istri Forpimda, dan pengurus BKOW se-Jatim. (red)

Suprapto: Kerugian Ratusan Juta Rupiah di Dinas Prasjal Tarkim Sumbar adalah "Rahasia Negara"

PADANG -- Penghargaan yang diperoleh Dinas Prasjal Tarkim Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2012 lalu patut dipertanyakan. Pasalnya, menurut data beredar di kalangan mass media Sumbar, penghargaan tersebut disinyalir sekedar "lips service". Semata untuk mengangkat nama Provinsi Sumatera Barat dengan jalan menutupi "kongkalingkong" antar instansi atau pejabat di lingkungan kerja masing-masing.
Hal ini dibuktikan hasil data temuan lapangan bahwa pada tahun anggaran 2012, pada sejumlah pekerjaan Dinas Prasjal Tarkim di bawah kepemimpinan Ir. Suprapto, terindikasi telah terjadi kerugian negara. Dimana pada beberapa item temuan lapangan, secara mencolok terjadi kelebihan pembayaran pekerjaan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan serta Program Pengembangan System Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah lebih kurang Rp469,11 juta.
Kuat dugaan KPA dan PPTK telah membayarkan masing-masing nilai volume pekerjaan 100 persen, sedangkan hasil cross check lapangan, berbanding terbalik. Dimana secara global pada masing-masing pekerjaan terdapat kekurangan volume yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara.
Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Ir. Suprapto saat dikonfirmasi sejumlah mass media enggan berkomentar banyak, karena tidak mau membahas persoalan yang menurutnya telah berlalu. Ketika didesak apakah hasil temuan ini benar atau tidak, ia tidak membantah, namun ia menyayangkan sekali atas tindakan oknum yang telah membocorkan data ke mass media, sebab ini adalah rahasia negara.
"Ini kan rahasia negara? Mengapa bisa beredar di tengah masyarakat? Saya bisa pertanyakan hal ini ke Inspektorat Provinsi Sumatera Barat dan BPKP Perwakilan Sumatera Barat," ucapnya kepada rekan media yang konfirmasi.
Sementara ketika tim investigasi media ini mencoba meminta klarifikasi via pesan singkat, Suprapto menganjurkan supaya media ini mengajukan surat resmi Dinas Prasjal Tarkim atau ke Inspektorat Sumbar karena temuan pengawasan adalah "rahasia negara".
"Saya tidak berhak menjawab, yang berhak menjawab Bawasda (Inspektorat-red) yang punya tupoksi," jelas Suprapto dalam pesan singkatnya kepada media ini.
Sementara, tentang kerugian negara yang disebabkan kelebihan pembayaran tersebut, seperti dilansir sejumlah mass media Sumbar, Suprapto menjelaskan bahwa uang tersebut juga telah dikembalikan ke kas daerah sesuai dengan bukti setoran.
Koordinator Aliansi Media Online & Informatika (AMOI) Wilayah Sumatera, Ecevit Demirel, menyayangkan sikap Suprapto yang seolah berlindung pada kata "rahasia negara". Padahal dalam alam transisi demokrasi ini, pemerintah dengan tegas memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi penting, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang bertujuan untuk meminimalisir para oknum-oknum pejabat publik melakukan tindak korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). 
Dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ditegaskan bahwa sebuah informasi dikatakan sebagai "rahasia negara" adalah apabila informasi tersebut dibocorkan atau disebarkan luaskan, akan dapat membahayakan keamanan dan kepentingan nasional sehingga terjadinya "chaos" bagi negara tersebut baik secara politik maupun ekonomi.
Pernyataan Suprapto bahwa informasi yang dihimpun lalu dipublish mass media ihwal indikasi tindak pidana korupsi ratusan juta rupiah di dinas yang dipimpinnya adalah "rahasia negara", menurut Ecevit, hanya akan menambah bingung masyarakat.
(tim)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com









YARA: Gubernur Aceh Bohongi Publik

Banda Aceh- Pernyataan Gubernur Aceh bahwa hukum Islam tidak berlaku untuk kalangan non muslim bertolak belakang dengan isi qanun no 7 tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayah pasal 5 yang menyatakan bahwa hukum jinayah berlaku untuk setiap orang di Aceh.

Menurut Kajati Aceh, Tarmizi,SH.MH, dan anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil, bahwa yang di maksud dengan berlaku bagi setiap orang di Aceh sudah sangat jelas dan tidak perlu penafsiran lagi.

"Adanya pembohongan publik oleh orang nomor 1 Aceh ini terungkap dalam pengajian KWPSI yang menghadirkan dua narasumber yang mempunyai kapasitas dalam bidang tersebut, yaitu Kajati Aceh dan anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil," demikian ujar Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, SH melalui pers realesnya, Sabtu (19/4/14). 

Untuk itu," YARA menuntut Gubernur Aceh untuk sesegera mungkin menarik pernyataannya agar tidak terjadi pembohongan publik yang menyesatkan dan berkesinambungan," Kata Safaruddin.

Safaruddin yang juga Ketua Tim Pengacara Muslim Aceh, mensinyalir Gubernur sengaja melakukan pembohongan publik karena takut pada pihak asing yang tidak menginginkan pelaksanaan syariat islam secara kaffah di Aceh. 

Selain itu, Gubernur ingin menyalahkan syariat Islam atas keenganan investor datang ke Aceh.

Kabarnya Gubernur Aceh sudah pernah di panggil oleh sejumlah Dubes Asing dari Eropa termasuk Duta Besar Swedia untuk membahas isu syariat Islam." Dalam hal ini kami melihat Gubernur Aceh tidak independen dan tidak berdaulat," kata Safar.

"Kami meminta gubernur untuk tidak lagi menyalahkan syariat Islam atas ke engganan investor datang ke Aceh. Banyak negara di dunia yang menerapkan hukum Islam tetapi banyak investor yang melakukan investasi di negara tersebut, kami minta kepada gubernur sebagai orang yang sudah berusia lanjut dan menjadi pemimpin di negeri syariat Islam agar insaf dan tidak lagi melakukan kekeliruan dengan mengkambing hitamkan syariat Islam," timpal Safaruddin (d- 77)

MABUK PELAKU RANMOR KEMBALI KETEMPAT KORBAN

Makassar, Kejadian ini sedikit menggelikan karena pelaku pencurian motor kembali Lagi ketempat korban nya dikarenakan mabok minuman keras.  Kejadian bermula ketika pada tanggal 4 april 2014,lelaki yusran 27tahun yang berkunjung ketempat salah seorang teman nyaa yang beralamat dijalan Daeng tata raya no:19B makassar telah kehilangan sepeda motor Yamaha Mio J DD4180TK Warna hitam pada pukul 16.00.
Disaat bersamaan ditempat tersebut ada seorang wartawan, Melihat keributan maka wartawan dari sebuah media cetak tersebut mengantar korban guna melaporkan kejadian tersebut ke mapolsek tamalate.
Singkat cerita pada tanggal 9 april 2014 pukul 2:00 dini hari lelaki muis 23 tahun teman korban yusran melihat bahwa motor kawannya tersebut terparkir didepan rumah tersebut, kebetulan rumah tersebut adalah tempat kos. Sontak lelaki muis segera menghubungi wartawan yang langsung melakukan koordinasi dengan anggota kepolisian guna melakukan penangkapan. Namun disayangkan, ketika anggota dari polsek tamalate sampai di TKP, pelaku telah melarikan diri. Saat itu yang berhasil diamankan hanyalah lelaki Bahtiar 24 tahun yang merupakan teman dari Pelaku.
Aparat kepolisIan segera mengamankan Bahtiar guna dimintai keterangan.dari keterangan Bahtiar inilah diketahui identitas tersangka bernama Algazali yang beluum genap berusia 17 tahun dan  masih duduk dibangku sebuah SMA dikota makasar.
Setelah mengetahui identitas pelaku, maka dengan cepat aparat polsek tamalate segera menghubungi orang tua pelaku guna bersedia menyerahkan tersangka dengan sukarela sebelum diambil tindakan tegas. Himbauan itu berhasil karena pada tanggal 10 April pukul 21.15,pelaku ranmor tersebut mendatangi Mapolsek Tamalate guna menghadapi proses hukum.
Penyidik dalam Hal ini Aiptu Sumarlan membenarkan bahwa telah mengamankan tersangka pencurian motor. "Benar kami telah amankan tersangka"ujarnya,  Namun penyidik juga mengaku bahwa sangat mengapresiasi pada keluarga tersangka atas kerjasama Nya  sehingga tida perlu dilakukan tindakan tegas terhadap diri tersangka. Lebih jauh Aiptu Sumarlan menjelaskan "berhubung tersangka masih tergolong dibawah umur, maka kami akan menjeratnya dengan undang2 anak"tutup Sumarlan. ** Christy. foto:Aiptu Sumarlan.

Paska Pemilu April 2014: "Rumah Ketua PPK Kec. Sungai Raya Aceh Timur Di BOM Granat Nenas"

Sungai Raya - Aceh Timur, BeritaLima.com- Bom Geranat jenis Nenas pada Jam 03.30 WIB setelah Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 kembali memporak-porandakan Jenis Mobil Pribadi Toyota Corolla di Gampong/Desa Labuhan Keude Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur pada Sabtu dini Hari (19/4)



Wilayah Hukum Polres Langsa kini kembali bekerja ekstra berasa Dena Tim JIBOM JIHANDAK Aramia pasalnya pada hari Sabtu tanggal 19 april 2014 sekira pukul 03.30 wib, di Desa Labuhan Keude Kec.Sungai Raya Kab. Aceh Timur telah terjadi pelemparan bom yg jenisnya menyerupai BOM geranat type Nenas namun jenis granat ini masih dalam penyelidikan Satuan Polres Langsa bersama Tim JIHANDAK tentang jenis granat rakitan ataukah pabrikan yang meledak itu,


Ledakan granat jenis nenas ini meledak di rumah ZAINAL ABIDIN usia 35 tahun, seorang PNS yang dalam Pemilu Dianya juga menjabat sebagai Ketua PPK Kecamatan Sungai Raya,


"Serpihan bom rakitan mengenai 1 (satu) unit mobil pribadi jenis Sedan, Merk Toyota Corolla dengan warna biru, bernomor Polisi BK 1826 DA yang mengakibatkan mobil mengalami kerusakan di bagian ban mobil (pecah), lampu sen sebelah kanan pecah Dan pada blok mobil pecah"


"Kerugian materil 1 (satu) unit mobil mengalami kerusakan, dan hingga berita ini di naikkan pihak wartawan masih dalam pengamatan dan berencana akan meminta konfirmasi Kapolres Langsa setelah di lakuakan penyelidikan di Lapangan nanatinya"


"Tidak di temukannya korban jiwa, sedangkan pelaku juga hingga kini belum di ketahui Dan masih di dalam penyidikan pihak aparat kepolisian POLRES LANGSA"


Informasi dari korban yakni Zainal Abidin (35th) menyebutkan bahwa "Sebelum kejadian ada melintas mobil di depan rumahnya, kemudian selanjutnya Ka.Polres Langsa Hariadi SIK & Danki Brimob beserta Tim Jibom meluncur ke lokasi pengeboman yang mengenai Mobil tadi untuk pengolahan Tempat Kejadian Perkara (olah TKP)". Katanya• [Ka.Biro Langsa-Aceh: Eddy KhaliL]

IWAPI Langsa Buat Acara Besar Minggu Ini di Lapangan Merdeka

Langsa-Aceh,BeritaLima.com-Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Kota Langsa akan meriahkan HUT Kartini bersama seluruh masyarakat Kota Langsa pada Hari minggu ini tanggal 20 April 2014 dengan banyak hadiah di Lapangan Merdeka Langsa, Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Umum DPC Kota Langsa Nurhayati pada Sabtu (19/4).


Setelah 2 bulan yang lalu tepatnya 10 Februari 2014, melaksanakan peringatan HUT IWAPI di stasiun on air Radio GIPSI Kota Langsa dengan pemotongan tumpeng bertuliskan 39 Tahun IWAPI yang langsung di motori oleh sang Ketua umum Langsa Nurhayati dan sekretaris umumnya Hj Yulia Risnita di hadiri oleh seluruh fungsionaris di jajaran IWAPI Kota Langsa.


Untuk memperingatkan HUT Kartini yang jatuh pada 21 April, Ketua Umum IWAPI Kota Langsa Nurhayati menyampaikan bahwa "Tepat tanggal 20/4/2014 banyak acara yang kita gelar di fokuskan di Lapangan Merdeka Langsa, Untuk Peringatan HUT KARTINI maka kita membuat semacam gebyar pesta rakyat yang di laksanakan pada Minggu Pagi dari pukul 06.30 s/d sore Hari, kata Nurhayati.


"Acara yang akan di sajikan berupa senam pagi bersama jam 6.30 pagi di lapangan Merdeka Langsa dan d ikuti dengan pembagian doorprize besar-besaran, acara kedua yakni cek up kesehatan gratiss, di ikuti acara ke tiga yakni aksi donor darah, kemudian di acara ke empat Ada bazar, dikuti juga acara ke lima yakni fashionshow, serta buat ibu-ibu digelar juga acara ke enam berupa lomba masak indomie, semua di selenggarakan pada Hari minggu ini juga" kata Nurhayati.


"Ayooo ramaikan pesta rakyat ini ajak semua keluarga, tetangga serta teman-teman untuk ikuti kemeriahannya" hibau Ketua Umum IWAPI Kota Langsa di Kantor Sekretariatannya • [Ka.Biro Langsa-Aceh: Eddy KhaliL]

Hutan di Riau Berkurang Akibat Kurang Pengawasan

JAKARTA, beritalima.com - Luas hutan di Riau asalnya sekitar 78% pada tahun 1982 menyusut menjadi 33% pada tahun 2005. Kemudian mobilitas penebangan hutan semakin meningkat rata-rata 160.000 hektar habis setiap tahun hingga menyisakan 22% atau 2,45 hektar pada tahun 2009. Hingga sekarang pasca penyelesaian pemadaman kebakaran hutan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan mengerahkan aparat TNI/Polri dan diserahkan ke Pemerintah Daerah, sisa hutan di Riau dibawah 20%.
Berkurangnya luas hutan di Riau dijelaskan Abdul Gafar Usman, Senator Riau yang tahu percis persoalan hutan di Riau, adanya pembukaan lahan hutan untuk areal perkebunan hingga disebut Riau sebagai kawasan transmigrasi yang didatangkan dari Jawa dan Bali. Kendati di Riau terdapat transmigran lokal akan tetapi tidak begitu antusias karena menganggapnya orang yang masuk ke hutan adalah golongan orang miskin. Namun dibalik dugaan masyarakat di Riau itu ternyata areal transmigrasi semakin maju karena kontur tanahnya cocok untuk perkebunan.
"Riau dikenal lokasi transmigrasi, namun transmigrasi itu tebagi tiga jenis yaitu trasnmigrasi spontan, transmigrasi lokal, dan transmigrasi Pola Inti Rakyat (PIR) atau pirtrans. Setiap transmigran mendapat hak rumah dan 2 hektar lahan perkebunan, kemudian datang proyek-proyek swasta dan perusahaan BUMN PTP," jelas Gafar.
Menyusutnya luas hutan di Riau, akibat munculnya tindakan deviasi yang disebabkan oleh beberapa faktor inernal, diantaranya adalah kurangnya pemerintah daerah dalam memberikan rekomendasi, pengawasan hutan kurang inten, dan ada oknum yang memanfaatkan lahan untuk dijadikan obyek, hingga taraf kehidupan masyarakat trans lebih baik dibanding masyarakat lokal. Yang jelas menurut Gafar permasalahan hutan bisa dilihat dari sisi kehutanannya, perkebunan, dan aparaturnya, sayang dia tidak mao menjustice keterlibatan aparat setempat walaupun tersangka dan corporationnya telah ditangani oleh penegak hukum.
"Kebakaran hutan ibarat kendaraan kalau tidak ada supirnya tidak akan berjalan, jadi terbakarnya hutan bila tidak ada yang mengendalikan tidak akan terjadi selama kurang lebih 17 tahun," tukas Gafar Usman.
Sementara dijelaskan senator Riau yang memiliki lahan perkebunan 5 hektar itu, potensi persawahan di Riau semakin lama semakin mengecil bila dibandingkan dengan potensi perkebunan, karena cost pesawahan hasilnya tidak sesuai dibanding cost perkebunan untungnya lebih banyak. dedy mulyadi




Rivalitas Prabowo vs Jokowi Makin Seru, Skor Masih 1-1

JAKARTA -- Bak pertandingan sepakbola, rivalitas kedua capres berelektabilitas tinggi, Prabowo Subianto dan Joko Widodo, berlangsung seru. Dengan strategi yang berbeda, keduanya berusaha mencetak dukungan dari partai-partai lain. Sejauh ini, kedudukan masih sama kuat.
PDIP, partai yang mencapreskan Jokowi, sudah memastikan satu partai koalisi, yakni Partai NasDem. Setelah melancarkan gerilya terbuka ke sejumlah parpol, akhirnya PDIP mampu menggandeng NasDem lewat pertemuan 'delapan mata' yang diikuti oleh Jokowi, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Ketum NasDem Surya Paloh, dan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Sabtu (12/4) lalu.
Gerindra, partai yang mencapreskan Prabowo, memilih strategi diam-diam alias 'senyap'. Tanpa banyak sorotan kamera, Prabowo melancarkan silaturahmi ke sana-sini.
Namun ketika Ketum PPP Suryadharma Ali naik panggung Prabowo dan menyatakan dukungan pencapresan ke mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, semakin jelaslah arah politik dua partai ini.
Meski langkah Suryadharma ke kampanye Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3/2014), itu disusul oleh kegoncangan di internal PPP, namun toh kemesraan dua partai itu tak surut.
Terakhir, hari ini, Gerindra dan PPP benar-benar berpegangan tangan erat. Prabowo bersama Waketum Gerindra Fadli Zon dan Sekjen Ahmad Muzani menyambangi markas PPP. Suryadharma akhirnya memberi dukungan penuh untuk Prabowo.
"Saya ingin menyampaikan pada kesempatan ini rasa haru saya atas kepercayaan yang disampaikan oleh Bapak Suryadharma Ali dan seluruh unsur pimpinan Partai Persatuan Pembangunan," ujar Prabowo dalam jumpa pers deklarasi dukungan di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakpus, Jumat (18/4/2014).
Maka, skor koalisi untuk PDIP vs Gerindra jadi 1-1. Namun pertarungan belum berakhir, apalagi malam ini Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan sejumlah elite PDIP tengah berada di Bali. Mereka akan menghadiri acara resepsi pernikahan pernikahan di Ubud, Bali. Yang menarik, Ketum Golkar bersama sejumlah elitenya juga berada di Bali.
Kabarnya, kedua pucuk pimpinan partai politik itu akan melakukan pertemuan terkait Pilpres 2014. Meski pihak PDIP menyatakan tak ada agenda politik di Bali, namun anehnya capres PDIP Jokowi diam-diam tanpa mau diketahui wartawan ternyata juga meluncur ke Bali. Prasangka terkait pencapresan menjadi semakin liar.
Jika benar pertemuan itu terjadi, apakah hasil pertemuan PDIP-Golkar itu akan mengubah skor menjadi 2-1 ? Kita tunggu saja.
(dtc/dnu/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com







PT Kertas Nusantara Punya Utang Rp14 Triliun Cuma Isu Jatuhkan Prabowo

JAKARTA -- Direktur Utama PT Kertas Nusantara, Pola Winson membantah tuduhan bahwa perusahaan yang ia pimpin masih memiliki utang sebesar Rp 14 triliun. Sebelumnya beredar kabar di media sosial yang menyebutkan PT Kertas Nusantara Pola Winson memiliki utang sebesar Rp 14 triliun.

"Informasi yang beredar di BBM, Facebook, Twitter dan media sosial lainnya, yang mengatakan PT Kertas Nusantara masih punya utang begitu besar itu menyesatkan," ujar Winson dalam keterangan persnya, Jumat (18/4/2014).

Winson menuturkan, pesan berantai mengenai utang PT Kertas Nusantara disebarluaskan secara sengaja oleh lawan politik calon Presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto melalui media sosial untuk mendiskreditkan nama Prabowo.

"Nama Prabowo kerap dikaitkan dengan perusahaan yang saya pimpin. Sebab sejak tahun 2002 Prabowo memiliki sebagian saham PT Kertas Nusantara," jelasnya.

Winson menjelaskan, PT Kertas Nusantara (sebelumnya PT Kiani Kertas) sepanjang 1991 sampai dengan 2001 pernah meminjam uang dari 143 kreditur untuk membiayai ekspansi perusahaan.

Pada 2005 sampai 2011, perusahaan sempat mengalami kesulitan dalam melunasi pinjaman yang sudah jatuh tempo, namun pada bulan November 2011 semua masalah pembayaran utang sudah diselesaikan di Pengadilan Niaga dengan restrukturisasi hutang.

"Kita harus ingat, Prabowo adalah pengusaha yang sangat handal. Tidak mungkin Prabowo membiarkan perusahaan yang sebagian sahamnya ia miliki untuk berhutang tanpa penyelesaian. Kita semua tahu, tahun 2005 lalu Prabowo sendiri yang mengantar uang tunai ke Bank Mandiri sebesar Rp 2,1 triliun untuk melunasi pinjaman PT Kertas Nusantara dari Bank Mandiri yang jatuh tempo," tandasnya.

(tnc/zul/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Gubernur Sumbar Puji Sistem Pelayanan RSUD Achmad Mochtar

BUKITTINGGI -- Gubernur Irwan Prayitno melakukan peninjauan secara langsung sistem pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Achmad Mochtar Bukittinggi dengan meninjau semua ruangan rumah sakit tersebut, Kamis, (17/4/2014) siang. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno didampingi oleh Direktur RSUD Achmad Mochtar Dr. Hj Ernamawati, M.Kes serta beberapa pejabat RS lainnya.
Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, kita patut mensyukuri apa-apa sistem dan mekanisme pelayanan publik yang telah dilakukan rumah sakit pimpinan, para dokter dan karyawan RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, yang telah melakukan sistem pengaduan lewat telepon dan sms, merespon keluhan masyarakat dan pasien, sehingga selalu berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
RSUD Achmad Mochtar dengan type B, merupakan kebanggaan kita bersama, dedikasi, perhatian terus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap publik tentu juga menambah kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kita akan terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan oleh RSUD Achmad Mochtar untuk terus menjadi lebih baik dan mampu pula memotivasi pelayanan rumah sakit lainnya di Sumatera Barat, harapnya.
Kunjungan Gubernur Irwan Prayitno ke RSUD Achmad Mochtar ini juga merupakan bagian dari respon penilaian  Ombudsman RI  Perwakilan Sumbar, yang mengacu pada  kepatuhan daerah me­lak­sa­nakan UU  No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik beberapa waktu lalu. Adapun parameternya stan­dar pelayanan, maklumat  pelayanan, sistem informasi pelayanan publik, sumber  daya manusia, unit penga­duan, sarana bagi peng­guna layanan berkebutuhan khusus, visi dan misi  dan motto , sertifikat  ISO 9000:2008, atribut dan sistem pelayanan  terpadu.
Dalam UU NO 25 Tahun 2009, tidak ada  pembedaan penilaian terhadap SKPD  atau penye­lenggara  pelayanan yang me­la­kukan pelayanan publik atau tidak. Alasannya, SKPD yang tidak langsung membe­rikan pelayanan, tetap dihitung se­bagai SKPD yang menjalani proses pemberian pelayanan. Jika tidak menempelkan visi dan misinya serta mak­lumat pelayanan, otomatis mengurangi penilaian. De­mikian juga  ketika tidak me­nyiapkan pelayanan khusus kelompok rentan dan tidak memiliki informasi  pelayanan publik, juga menjadi indikator  penilaian.
Berdasarkan zonasi Pro­vinsi Sumbar dari 15 SKPD yang disurvei, hanya 5 SKPD mengantongi penilaian se­dang. Sisanya merah. Yang dapat rapor merah DPKD, Dinas  Tenaga Kerja dan Trans­migrasi, Bapedalda, Kes­bangpol Sumbar, Disperindag, Dinas  Sosial, Dinas Kesehatan dan Prasjal Tarkim.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga melakukan peninjauan terhadap pelayanan Samsat Kota Bukittinggi diJl. Bukittinggi - Medan Km 6 Baringin JR. PGRM Nagari Gadut Kec. Tilatang Kamang Kab. Agam, yang dirasa cukup jauh dari tempat kediaman penduduk. Tentunya ini perlu kita pikirkan bagaimana kegiatan samsat Bukiittinggi ini dapat dekat dengan masyarakat, sehingga mudahkan pelayanan kepada masyarakat / publik.
(soc/mrm)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com





 
by : Fen 2013 | email: berita_lima@yahoo.com | Redaksi
Copyright © 2011. BeritaLima.com - Sukseskan Pemilu 2014
BL PT. MEDIA PUTRA PENDOWO by Group
To AMOI