beritalima.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas ditetapkannya Bapak Ir. Joko Widodo dan Bapak H. Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2014-2019 ”
Home » , , » DPRD : Pembangunan Pasar Gomo Dan Soliga Telah Melanggar Perda

DPRD : Pembangunan Pasar Gomo Dan Soliga Telah Melanggar Perda

Written By beritalima on Kamis, 04 Juli 2013 | 09.56

Kota Gunungsitoli, beritalima.com, Dewan Perwalilan Rakyat Daerah Kota Gunungsitoli menilai, bahwa Pembangunan Pasar Gomo Kelurahan Pasar dan Pembangunan Pasar Soliga (Pasar Pagi) Kelurahan Ilir, telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2012, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW) Kota Gunungsitoli.
    Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Hadirat ST Gea menegaskan hal tersebut kepada wartawan di Gunungsitoli, terkait dengan rencana SKPD Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM pada Pemerintah Kota Gunungsitoli, membangun Pusat Perbelanjaan Pasar Gomo dan Pasar Soliga diwilayah Kecamatan Gunungsitoli.
    Ditegaskannya, Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2012 tentang RTRW Kota Gunungsitoli, jelas disebutkan bahwa wilayah Kecamatan Gunungsitoli adalah sebagai kawasan Pusat Pemerintahan, jadi wilayah Gunungsitoli bukan kawasan Pusat Perbelanjaan dan jika pihak Pemko tetap melaksanakan pembangunan kedua pasar tersebut, maka dapat dikatakan Pemko bikin peraturan tapi mereka juga yang melanggarnya, kalau sudah begini jangan salahkan masyarakat apabila tidak patuh pada peraturan yang ada.
    Menurut Politisi PDIP yang cukup vokal dalam menyuarakan aspirasi masyarakat ini, setiap bangunan baik itu milik pemerintah maupun bangunan milik masyarakat, wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan apabila pembangunan Pasar Gomo dan Pasar Soliga IMB nya dikeluarkan instansi terkait, maka hal ini juga merupakan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
    Maka untuk menyikapi masalah ini, Lembaga DPRD akan menyurati Walikota Gunungsitoli agar menunda pelaksanaan pembangunan kedua pasar tersebut dan mengalokasikannya pada wilayah yang telah ditentukan sebagai pusat perbelanjaan, sehingga penataan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota berjalan sesuai dengan perda yang telah disahkan.
    Kadis Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Gunungsitoli, Abdul Majid Caniago,SE saat dikonfirmasi Realitas diruang kerjanya, Rabu,(3/7) mengatakan, pihaknya membenarkan adanya pembangunan Pasar Gomo dan Pasar Soliga Tahun Anggaran 2013 ini dan pembangunan kedua pasar tersebut menelan biaya kurang lebih Rp 5 Milyar.
    Sementara pada pedagang yang menghuni kedua pasar ini, untuk sementara dialihkan dibekas Terminal Bus Gunungsitoli, maka apabila pekerjaan kedua bangunan yang dananya bersumber dari APBD Gunungsitoli tersebut akan dimulai, para pedagang diharapkan segera mengosongkan kios yang ditempatinya dan pindah ketempat yang telah disiapkan pemerintah.
    Menjawab Realitas terkait pembangunan kedua pusat perbelanjaan tersebut, apakah tidak melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2012 tentang RTRW Kota Gunungsitoli, menurut Ketua PC NU Kota Gunungsitoli bahwa rencana pembangunan kedua pasar tidak melanggar perda dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    “Jadi pembangunan tetap dilanjutkan sesuai rencana dan saat ini proyek kedua pasar ini masih dalam proses tender, mudah-mudahan tidak ada masalah sehingga pekerjaannya akan dimulai”, kata Majid. (s.mdf)




Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi beritalima.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

Lintas DaerahIndeks