beritalima.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 - 2019. ”
Home » , » KPU: Tata Cara Memilih Terlalu Banyak, Akan Sulitkan Pemilih

KPU: Tata Cara Memilih Terlalu Banyak, Akan Sulitkan Pemilih

Written By beritalima on Selasa, 18 Juni 2013 | 13.00



Jakarta -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Divisi Hukum dan Pengawasan Ida Budhiati merisaukan, apabila tata cara memilih calon legislatif (caleg) dalam surat suara pemilu legislatif (pileg) 2014 mendatang terlalu banyak akan menyulitkan pemilih.
Hal itu diungkapkan Ida saat menjadi salah satu narasumber pada Dialog Publik Peningkatan Kualitas Keterwakilan Politik Perempuan Dalam Pemilu 2014, yang digelar oleh Sarikat Kerakyatan Indonesia (Sakti) di Hotel JS Luwansa, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (17/6).
"Bila tata cara penandaan (pencoblosan) itu variannya terlalu banyak, maka bisa menimbulkan kebingungan bagi pemilih. Ini juga tidak memudahkan penyelenggara pemilu," ujar Ida.
Ia melanjutkan, jangan sampai pemilih tidak terlalu dipersulit dalam menentukan pilihannya. Terkait hal itu, Ida menjelaskan, dalam UU Pemilu No 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif disebutkan sedikitnya ada tiga cara pemilih memberikan pilihannya dalam surat suara.
"UU Pemilu yang sekarang, ada tiga cara menandai surat suara. Pertama bisa memilih nomor urut partai, kedua, bisa memilih tanda gambar partai, ketiga bisa memilih tanda gambar partai dan nama calon. Masyarakat kita tidak mudah menangkap informasi ini," terang Ida.
Menurut Ida, tata cara seperti itu sebenarnya sudah tidak lagi relevan. Mengingat, Ida menjelaskan dengan sistem pemilu proporsional dengan daftar calon terbuka dan penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak akan berdampak pada tata cara pemilihan bagi pemilih.
"Pandangan saya secara pribadi, maka sudah tidak relevan memberikan suara kepada partai politik. Karena memberikan dukungan kepada calon, sama saja memberikan dukungan kepada partai," ungkap Ida yang menilai bahwa penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak dan model pemilu dengan daftar calon terbuka lebih cocok diterapkan dengan sistem distrik atau mayoritarian.

*Perhitungan Ganda
Masalahnya tidak hanya berhenti disitu saja. Ida memberi contoh, tata cara penandaan yang rumit akan berdampak terhadap penyelenggara pemilu.
"Tahun 2009 itu banyak kasus yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait masalah double accounting yang dilakukan penyelenggara. Jadi pilihan menandai tanda gambar partai dan menandai calon punya potensi besar menjumlahkan secara ganda ketika proses perhitungan suara berlangsung," beber Ida.
Mantan Ketua KPUD Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, tata cara penandaan yang sulit akan berdampak pada perolehan suara sah partai yang bisa meningkat berlipat dibanding jumlah pemilih yang datang ke lokasi pemungutan suara.
"Menjumlahkan perolehan suara parpol dengan cara menambahkan suara atau dukungan kepada calon. Akibatnya, suara parpol ditambahkan suara calon akan berimplikasi pada jumlah suara sah parpol lebih besar dari jumlah pemilih yang hadir di TPS," jelas Ida.
Ia berharap penyelenggara pemilu mampu mewujudkan integritas pemungutan dan perhitungan suara serta memudahkan pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Majelis Sakti Mulyana Wirakusumah, Pengamat Politik dari Puskapol UI Ani Soetjipto, dan Anggota DPRD Kota Serang Encop Sofia.
(b8c/ali)
beritalima cyber media group »











Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi beritalima.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Balacossa
Warta Lumajang Bhayangkara Utama  APNP Jatim Satu Warta Bung Tomo Award Liranews beritalima.com  LKBKalimantan Borno Time  Papua Time  IPPPK Caleg Indonesia  Bali Ubud  Bali Ubud  Warta Malut  LKBKalimantan  Suara Lempanas  Bhayangkara Utama Global Aceh Global Aceh  Potret Desa  Potret Desa  Balac CakrawalaPost  Jurnal Aceh  Jurnal Aceh
 

AdvetorialIndeks