beritalima.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 - 2019. ”
Home » » Anggaran Jaminan Bongkar Reklame Pemkot Malang Diduga Masuk Kantong Pribadi (Bagian I)

Anggaran Jaminan Bongkar Reklame Pemkot Malang Diduga Masuk Kantong Pribadi (Bagian I)

Written By beritalima on Jumat, 31 Mei 2013 | 19.36

Malang,beritalima.com- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota malang selama ini telah menganggarkan hasil eksekusi atas jaminan pembongkaran reklame di tahun 2011 sebesar Rp.0,00. Namun yang terealisasi hanya sebesar Rp. 25.296.030,-.

Sebelumnya perlu diketahui prosedur pembongkaran reklame adalah, Wajib Pajak (WP) diwajibkan menyimpan uang bongkar reklame sebagai jaminan pada Bendahara Uang Jaminan Bongkar di Dispenda kota Malang.

Uang jaminan tersebut akan dikembalikan jika WP membongkar sendiri reklame yang dipasang saat masa tayang reklame berakhir, dan jika seminggu setelah masa tayang berakhir uang jaminan tidak diklaim, maka uang jaminan bongkar menjadi hak pemda dan harus disetor ke Kas Daerah oleh Bendahara Jaminan Bongkar.

Selanjutnya berdasarkan informasi yang didapat diduga selama ini Uang Jaminan Bongkar reklame tersebut masuk kantong pribadi bendahara, pasalnya uang jaminan tersebut dimasukkan langsung ke rekening pribadi milik MPS.

MPS juga yang selama ini ditunjuk sebagai Bendahara Penerimaan sekaligus Bendahara pengeluaran. Sehingga dengan adanya peristiwa tersebut mulai januari 2009 sampai dengan maret 2012 uang jaminan bongkar yang diduga masuk kantong pribadi tersebut berjumlah hampir 1,5 Milyard.

Sementara itu terkait hal tersebut Kepala Dinas pendapatan Kota Malang Mardioko tak bisa dikonfirmasi,saat tim wartawan menemui melalui staffnya Wahyudi mengatakan kalau Mardioko masih rapat.
"Masih ada rapat mas saya sudah nyampaikan,namun Bapak bilang Nggak Mau Tahu", tandasnnya.

Hingga berita ini di turunkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait. Bahkan Kepala Dinas seolah- olah tutup mata. (Tim)
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi beritalima.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

AdvetorialIndeks