beritalima.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 - 2019. ”
Home » » Pungli Oknum PGRI, Wartawan Dituding "Pengkianat"

Pungli Oknum PGRI, Wartawan Dituding "Pengkianat"

Written By Kontributor Jawa Timur on Jumat, 09 November 2012 | 05.16

Malang,- Pungutan biaya sertifikasi guru yang dilakukan oleh oknum PGRI di tingkat Kecamatan Singosari sebesar Rp 125 ribu untuk guru SD dan Rp 100 ribu untu guru TK, dan digunakan untuk pemberkasan tidak diperbolehkan. Hal itu diungkapkan Wahyu selaku Seketaris Inspektorat Kabupaten Malang Ketika ditemui Tim Wartawan 05/11/2012.

Wahyu juga menjelaskan jika sebenarnya itu juga bukan wewenang dari PGRI untuk mengurus segala pemberkasan sertifikasi.

Seharusnya jika memang ada hal seperti itu, guru melaporkan langsung ke Bupati melalui surat resmi  yang ada tembusan  Inspektorat. “ Kalau sudah ada surat laporan resmi yang ditujukan kepada bupati biasanya Bupati langsung memerintahkan Inspektorat untuk menangani”, Tandasnya.

Terpisah Kepala UPTD TK/SD Kecamatan Singosari ketika ditemui tim wartawan mengaku tidak tahu jika ada pungutan di PGRI sengosari, namun anehnya ia membantah dengan menuduh wartawan yang menulis sebagai “Pengkianat”.

“ Yang Menulis ini adalah pengkianat”. Ungkapnya dengan nada emosi.
Ketika wartawan menanyakan kok bisa anda mengatakan pengkianat apa alasanya, iapun mulai berkelit dengan mengunggulkan dirinya bahwa ia mempunyai banyak teman-temannya yang profesinya sebagai wartawan.“ Teman saya juga banyak mas, yang berprofesi sebagai wartawan”, dengan nada marah.

Sementara dengan adanya peristiwa itu seorang pemerhati pendidikan yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan tak seharusnya seorang Kepala UPTD yang mempunyai kredibilitas yang tinggi berbicara seperti itu kepada wartawan.

“Tak seharusnya seorang Kepala apalagi dihormati oleh bawahannya melakukan hal seperti itu, justru seharusnya dengan adanya peristiwa pemungutan oleh oknum PGRI ditanggapi positif, bahkan kita harusnya berterima kasih kepada wartawan dengan adanya pemberitaan seperti itu, dan kita tegur pelaku jika memang benar melakukan”, Ungkapnya.

Ia juga mengatakan kalau tiba- tiba saja marah tanpa ada hal yang jelas, bisa saja mungkin ada kongkalikong antara UPTD dengan Oknum PGRI tersebut.

Sebelumnya diberitakan bahwa pengakuan Hermanu Ketua PGRI Singosari telah memungut biaya sertifikasi guru sebesar Rp 125 ribu untuk 300 guru SD dan Rp 100 ribu guru TK 100 guru. Sehingga terkumpul Rp 47.500.000,- sertifikasi tahun ini saja. Belum tahun tahun sebelumnya biaya bisa variatif.
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi beritalima.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

AdvetorialIndeks