beritalima.com Tentang Kami Contact Us Info Iklan Privacy Policy
Aliansi Media Online & Telekomunikasi Indonesia (AMOI) dan Management & Redaksi beritalima.Com Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Bapak Ir H Joko Widodo dan Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla Sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014 - 2019. ”
Home » » Partai Gerindra "Ngikut" PWNU di Pilgub Jatim

Partai Gerindra "Ngikut" PWNU di Pilgub Jatim

Written By Kontributor Jawa Timur on Jumat, 30 November 2012 | 20.57

Surabaya,- DPD Partai Gerindra Jawa Timur akan mengikuti Calon Gubernur yang akan direkomendasi oleh Pengurus wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Hal itu berdasarkan pertimbangan propinsi Jawa Timur yang menjadi basis Nahdliyyin.

"Terkait Pilgub Jatim, Partai Gerindra akan mendengar fatwa dari NU. Jika sudah ada fatwa dari NU maka sekitar 80 persen Gerindra akan mengikutinya," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Soepriyatno di Surabaya, Kamis (29/11/2012).

Ia juga mengatakan, sikap Partai Gerindra ini didapat setelah beberapa kali bertemu dengan sejumlah kiai NU. Bahkan pihaknya juga sudah menjalin komunkasi dengan struktural PWNU Jatim melalui Ketua PWNU KH Muttawakil Allalah beberapa waktu lalu. Hasilnya, bahwa ada aspirasi di kalangan warga Nahdliyin yang menginginkan Kader NU sebagai Calon Gubernur.

Menurutnya, terlepas nanti siapa yang akan direkomendasikan oleh PWNU, Partai Gerindra akan mengikuti. Saat ini ada dua nama yang masuk bursa yakni, Ketua PP Muslimat Khofifah Indar Parawansah dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf (Gus Ipul). Kedua tokoh ini, katanya merupakan kader terbaik NU dan dua-duanya baik.

"Dari dua nama itu pasti ada satu yang direkomendasi oleh NU. Kompensasinya salah satu dari tokoh ini tidak mencalonkan karena akan ada jatah sebagai menteri. Baik itu Khofifah atau Gus Ipul," ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota DPP Dewan Pembina Partai Gerindra ini.

Soepriyatno membantah jika sikap Partai Gerindra ini masih kebingungan untuk mendukung cagub Jatim. Menurutnya politik itu dinamis. "Partai Gerindra bukan bingung. Politik itu dinamis. Kita dibekali mata, telinga dan hati untuk membaca representasi masyarakat. Kita ingin tokoh yang menang ini didukung dan tidak cacat demokrasi," tepisnya.

Meski demikian, ia menegaskan sampai hari ini Partai Gerindra masih mendukung terwujudnya KarSa Jilid II. Namun ketika pasangan ini pecah, tentunya Partai Gerindra akan mengambil sikap lain dengan mempertimbangkan fatwa dari NU itu.

Selain Gerindra, lanjut Supriyatno, ada beberapa partai politik yang sudah membangun komunkasi dengan PWNU Jatim.

Ia menambahkan, partai-partai itu adalah PPP, PKB dan PKNU. Tentunya, Partai Gerindra juga akan membangun komukasi dengan parpol-parpol tersebut.[okez]
Share :
Related Article

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi beritalima.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

 

AdvetorialIndeks