Headlines News :
Home » » Minta Tambahan Modal, Direktur Bank Jatim harus Keluar Keringat Dan Harus Optimal

Minta Tambahan Modal, Direktur Bank Jatim harus Keluar Keringat Dan Harus Optimal

Written By beritalima on Rabu, 21 Maret 2012 | 08.30

Surabaya - beritalima.com - Upaya Pemprov Jatim memberikan tambahan dana untuk penyertaan modal ke Bank Jatim sebesar Rp 287 miliar lewat cara mendahului PAPBD Jatim 2012 terus disorot dewan. Mengingat saat ini kinerja Bank Jatim sesuai data di Bank Indonesia (BI) masuk peringkat ke lima, atau jauh di bawah Bank Jabar yang menempati urutan pertama. Disisi lain, dalam pemberian kredit usaha rakyat (KUR) membutuhkan waktu sangat lama sampai
dua bulan. Berbeda dengan Bank Mandiri dan Bank BNI, yang juga BUMN,  hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari. Anggota Komisi C DPRD Jatim, Sugiono menegaskan jika berdirinya Bank Jatim salah satunya untuk memberikan kredit bagi masyarakat kecil menengah sebagai modal kerja. Dan itu sesuai dengan slogan Gubernur Jatim, jika APBD Jatim pro rakyat sekaligus mengatasi angka pengangguran yang terus meningkat.


''Tapi kenyataannya, untuk mendapatkan KUR di Bank Jatim banyak melewati proses birokrasi yang berbelit-belit. Akibatnya, dana KUR tidak dapat terserap secara maksimal di masyarakat, yang berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran. Karenanya, keinginan gubernur agarAPBD Jatim pro rakyat tak dapat terpenuhi,''tegas politikus asal PDIP ini dengan nada tinggi, Senin (19/3). Melihat kenyataan tersebut, Sugiono mendesak  Direksi Bank Jatim saat ini perlu keluar keringat. Artinya dengan tambahan dana disetor sebesar Rp287 miliar, maka kinerja direksi harus optimal. Diantaranya dengan memperbaiki kinerjanya selama ini selain memberikan kemudahan bagi pencairan KUR. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim, Renvill Antonio menegaskan keterpaksaan Pemprov Jatim mencairkan anggaran sebesar Rp287 miliar untuk penyertaan modal di Bank Jatim akibat kelalaian Dirut Bank Jatim, Hadi Sukrianto. Pasalnya, setiap Kantor Cabang Bank Jatim diberi keleluasaan untuk menghimpun dana sebesar-besarnya kepada kabupaten/kota se-Jatim.  ''Akibatnya mereka berlomba-lomba untuk menambah dana disetor ke Bank Jatim yang membut pemprov terpuruk dan nyaris tidak memegang saham mayoritas,''tegas politisi asal Partai Demokrat Jatim ini.

Namun amanah di Perda No 1/1999 jika Pemprov memegang saham mayoritas sebesar 51 persen mengakibatkan pemprov harus bersusah payah menambahi modal yang ada. ''Setelah dihitung untuk memenuhi angka 51 persen dan memenuhi aman Perda maka dibutuhkan dana Rp 287 miliar,''tegasnya.
Padahal, untuk mendapatkan dana tersebut tidak semudah membalik tangan. Ini karena sejak awal APBD Jatim 2012 tidak mengalokasikan anggaran untuk tambahan modal disetor. ''Jujur kini Pemprov Jatim memeras tenaga untuk mendapatkan dana tersebut,''ungkap mantan Ketua Komisi B DPRD Jatim ini. Dirut Operasional Bank Jatim, Eko Antono menolak jika kinerja Bank Jatim turun. Buktinya dari tiga kriteria yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, Bank Jatim memenuhi unsur sebagai bank sehat.
Tidak itu saja, lamanya pencairan dana KUR dikarenakan banyak masyarakat yang mengajukan kredit, banyak yang dokumennya kurang, sehingga bolak-balik mengurusnya. ''Namun ke depan kami sudah memperbaikinya dengan mendirikan cabang pembantu Bank Jatim yang ada di setiap kecamatan,''ungkapnya.(BL03)
Share this post :
 
by : Fen 2013 | email: berita_lima@yahoo.com | Redaksi
Copyright © 2011. BeritaLima.com - Sukseskan Pemilu 2014
BL PT. MEDIA PUTRA PENDOWO by Group
To AMOI