Headlines News :
Sukseskan PON XX Tahun 2020 Di Papua

Polisi Ringkus Bandar Togel Internasional

JAKARTA -- Polisi meringkus seorang bandar togel jaringan internasional berinisial JY (50), di kawasan Jakarta Barat.

"Kami berhasil menangkap bandar togel berinisial JY. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sementara, cara kerja yang dilakukan teersangka adalah menerima pasangan dari agen di bawahnya melalui SMS," ungkap Kasubnit I Subdit III Direktoran Tindak Pidana Umum Mabes Polri AKP Anton Hermawan, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Dalam menjalankan aksinya, JY menggunakan dua buah handphone (HP) untuk menerima dan mengirim SMS nomor togel dari para pemain atau agen yang berjumlah 500 orang. Tak tanggung-tanggung, dalam sepekan tersangka bisa mengantongi uang hingga Rp400 juta. "Keterangan pelaku, omzet per minggu Rp60 juta, tapi dari penyelidikan, seminggu Rp400 juta. Kami sudah memblokir lebih dari 100 rekening yang terindikasi terlibat judi togel tersebut," tegasnya.

Anton menambahkan, rekening yang disita umumnya dari Bank Central Asia (BCA). Ratusan rekening tersebut digunakan oleh bandar, agen dan pemain untuk transaksi judi togel. "Kami temukan banyak pemain dan agen menggunakan rekening dengan data fiktif," sambungnya.

Kemudian, antara bandar dengan agen dan pemain ternyata sudah saling mengenal. Bahkan, tinggal satu komplek. "Sebagian besar di Jakarta dan saudara atau tetangga satu komplek jadi semuanya saling kenal. Mereka satu jaringan, saling kenal semua. Ini sudah berjalan sejak dua tahun lalu," jelas Anton.

Menurut dia, tersangka JY berhubungan dengan jaringan togel yang ada di Singapura. Bandar di Singapura menawarkan taruhan yang sangat menggiurkan para pemain di Indonesia. "Jika berhasil menebak dua angka akan mendapat 69 kali uang taruhan. Kalau menebak tiga angka mendapat 400 kali uang taruhan dan empat angka akan mendapat 2.500 kali uang taruhan. Bisa dibayangkan kalau memasang Rp1.000 saja berhasil menebak empat angka maka dapat Rp2,5 juta. Bagaimana kalau pasang lebih dari itu?" paparnya.

"Si Bandar menunggu hasil email atau dari situs perjudian di Singapura. Semua pakai SMS, dengan pasangan paling besar Rp50juta dan kecil Rp500 ribu," lanjutnya.

(okz/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Masih Masa Perawatan, Sebagian Kerusakan RSUD Blambangan Dikerjakan Sendiri

Banyuwangi, beritalima.com

Sebelum pengerjaan pekerjaan pembangunan RSUD Blambangan (Pembangunan Ruang Poliklinik) lanjutan senilai Rp 4.746.000.000,- dari dana APBD tahun 2013 sempat di beritakan miring pada rotasi penentuan pemenang lelang.

Pada pengerjaan sempat pula dikabarkan terjadi pelanggaran, kini setelah pelaksanaan di ketahui pula terjadi ada item pengerjaan bermasalah.

Beberapa wartawan yang mendapat informasi dilakukan pembetulan beberapa item seperti fungsi jendela dan pintu. Benar pula dilapangan ada beberapa pegawai RSUD Blambangan bagian IPS berupaya mengotak-atik jendela dan pintu yang tak bisa di tutup.

Beberapa orang yang lewat dan duduk-duduk di sekitar juga terheran – heran. "ini kan baru selasai dibangun belum apa-apa sudah rusak", katanya.

Disisi lain beberapa pegawai di lingkungan RSUD Blambangan juga heran. "Ini modus mas (pers) pekerjaannya memang dibikin seperti itu, dengan alasan kontraktor masih ada perawatan itu kalau ketahuan. Kalau tidak ketahuan, Secara otomatis bebas dari masa perawatan", jelas sumber terpercaya.

Di ketahui beberapa jendela tak bisa ditutup karena sejumlah lubang bermasalah, seperti tak ada lubang untuk slot, lubang yang terlalu kecil hingga tidak tepatnya lubang slot.

Hal sama terjadi pada beberapa pintu terutama pada pintu Bank jatim yang terletak didalam RSUD Blambangan. Pada item ini pekerja harus membuat lubang pintu dan karet jendela banyak yang lepas.

Beberapa orang melakukan pengerjaan mulai Pengeboran dan pengerjaan lain yang diperlukan, Sementara itu pihak pelaksana PT. Haris Tiga Putra yang beralamat di Jalan Raya Jember No. 50 Benculuk kecamatan Cluring Banyuwangi dikabarkan sudah diberi informasi beberapa kali, tetapi tidak ada tindakan sama sekali.

Menurut direktur PT. Haris Tiga Putra H. Novel mengatakan tentang pekerjaannya yang di RSUD Blambangan. "Memang benar pekerjaan itu sudah selesai, tapi itu masih ada waktu pemeliharaan. Jadi kalau ada yang rusak dalam bangunan itu tanggung jawab kami dan pasti itu kami betulkan, coba sampain lihat mas itu kan ada anak saya yang merapat ke sana untuk melihat benar-benar ada yang rusak", jelasnya melalui via celuler.

Direktur RSUD Blambangan dr.Taufik Hidayat melalui selulernya mengatakan. " waktu pelaksanaan pengerjaan sebenarnya sudah selesai. namun masih dalam masa perawatan. Jadi dari pada menunggu lama kami kerjakan sendiri sambil menunggu dari Pelaksana", katanya.(dod/abi)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Anggota TNI Terlibat Perkosa Gadis Kapolsek Jaya Keltan



Polisi sudah membekuk 7
dari 9 pelaku penculikan dan
pemerkosaan di mana salah satunya
adalah anggota TNI AL. Namun hingga
kini polisi mengaku belum tahu peran
anggota TNI yang kini sudah diserahkan
ke pihak POMAL tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP
Farman mengatakan, hingga saat ini
pihaknya belum menerima keterangan
secara pasti terkait anggota TNI AL yang
terlibat itu.
"Sampai saat ini kami belum mengetahui
hasil penyelidikan yang dilakukan pihak
POMAL, karena mereka belum memberikan
hasilnya kepada kami," terang Farman di
Mapolrestabes Surabaya, Rabu (8/1).
Farman menjelaskan, dari hasil
pemeriksaan sementara, diketahui kalau
sebelum menculik korban, sembilan pelaku
berpura-pura sebagai anggota polisi yang
sedang melakukan razia terhadap muda-
mudi yang tengah berpacaran di waduk
dekat Kampus Universitas Negeri Surabaya
(Unesa) pada Selasa malam (7/1) sekitar
pukul 23.30 WIB.
Setelah mendapatkan mangsanya, si
anggota TNI AL itu, membawa korbannya
yang berinisial SR, sedang korban laki-
lakinya dibawa pelaku lain lalu diturunkan di
daerah Lakarsantri Surabaya.
"Kemudian, korban SR dibawa ke sebuah
rumah percontohan di daerah Driyorejo,
Gresik dan digilir di sana. Keesokan
harinya, korban melapor ke Polsek
Wiyung," lanjut dia.
Karena pelakunya, salah satu anggota TNI,
maka polisi melakukan koordinasi dan
meminta bantuan POMAL untuk melakukan
penangkapan. Setelah berhasil menangkap
tujuh dari sembilan pelaku (dua masih
buron), enam pelaku dibawa ke Polrestabes
Surabaya dan satu pelaku (anggota TNI)
dibawa ke kesatuannya oleh POMAL untuk
menjalani pemeriksaan.
Diberitakan sebelumnya, anggota Unit
Resmob Polrestabes beserta POMAL
berhasil membekuk pelaku pencurian,
penculikan dan pemerkosaan yang terjadi
pada Selasa malam. Sayang, dua buruan
berhasil meloloskan diri.
Para pelaku yang berhasil dibekuk itu
adalah, Arwan alias Uweng (20), warga
Gadung, Driyorejo, Gresik, Reysano Martin
Parayitno alias Reza (22), warga Jalan
Aqua Marin KBD, Amir alias Amik (25),
warga Driyorejo, Gresik, Denis Miliarna
alias Giman (20), warga Jalan Berlian KBD,
Agus Hariyanto alias Cipret (26), warga
Jalan Duri Bulan KBD, Romli alias Oling
(20), warga Driyorejo, Gresik dan KLS TLG
Ar alias Kj (Jeri)

Searing TNI Perkosa Pengunjung Monas Hingga Pingsan



Beritalima.com, Jakarta - Kawasan Monas, Jakarta
Pusat nampaknya belum aman kendati sudah
dipagari, buktinya seorang wanita diperkosa
sekelompok pria di kawasan tersebut.
Tragisnya, salah satu pelaku merupakan
oknum anggota TNI.
Berdasarkan informasi yang dihimpun,
peristiwa perkosaan ini terjadi pada Minggu
(29 September 2013) malam. Saaat itu
korban sedang melintas sendirian di kawasan
Monas.
Ketika berada di sekitar Air Mancur Monas,
korban dihadang oleh sekelompok pria tak
dikenal. Para pelaku yang lebih dari satu
orang itu kemudian mengancam akan
menusuk korban jika berteriak.
Tak berkutik, korban langsung diperkosa dan
seluruh barang berharganya diambil pelaku.
Setelah puas melakukan aksinya, korban
ditinggal begitu saja.
Dengan tubuh lemas, korban melaporkan
kejadian tersebut ke Pos Polisi di sekitar
Monas yang kemudian dilanjutkan ke Polres
Jakarta Pusat. Petugas yang mendapat
laporan langsung melakukan oleh TKP dan
berhasil menangkap salah seorang pelaku.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP
Tatan Dirsan mengatakan pihaknya
melakukan penangkapan seorang pelaku
kejahatan usai kejadian tak jauh dari lokasi.
"Benar, sudah ada seorang pelaku yang
ditangkap. Kejadiannya benar ada. Info
awalnya ada pemerasan di air mancur
Monas. Kemudian ada kejadian pemerkosaan
juga. Pelaku diduga oknum anggota
Paspampres," tuturnya, Rabu (2/10/2013).
Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan,
Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI,
Laksamana Muda Iskandar Sitompul
mengaku belum mengetahui kabar tersebut.
Menurutnya, jika memang ada anggotanya
yang melakukan aksi kejahatan tentu akan
mendapat ganjaran, mulai dari teguran
hingga diberhentikan secara tidak hormat.
"kita akan cek kedalam dan akan kita
kembangkan. Bila benar ada kejadian, kita
akan berikan sanksi. Tidak ada yang
ditututupi atau kebal hukum," ungkapnya saat
dihubungi. (Riska)

Garap Lahan Pemda Pekanbaru, TNI Gunakan Surat Palsu Untuk Curi Lahan



PEKANBARU- Penguasaan lahan
di hutan konservasi tidak hanya dilakukan
oknum polisi. Hal serupa juga dilakukan
oknum perwira menengah (pamen) TNI
berinisial SM. Berpangkat Kolonel Infanteri, ia
diduga menguasai sekitar 300 hektar lahan di
Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN)
Kabupaten Pelalawan.
"Informasi yang saya dapat, ia pernah
menjadi Dandim Indragiri Hulu pada tahun
2004. Sewaktu itulah, Pemerintahan
Kabupaten Indragiri Hulu mengeluarkan Surat
Hak Milik (SHM) tanah seluas 300 hektar,"
jelas Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur
Aryo Tejo SIK di ruangannya, Jumat
(28/3/14).
SHM-nya, sebut Guntur, memang
dikeluarkam Pemda Inhu. Setelah polisi
mengecek ke lapangan, berdasarkan SHM
tadi, ditemukannlah titik koordinatnya di
kawasan TNTN.
"Pengecekan dilakukan Direktorat Tindak
Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes
Polri. Polres Pelalawan dan Polres Inhu serta
para Kasat Reserse Kriminal di dua Polres
juga melakukan pengecekan," sebut Guntur.
Dalam pengecekan pada Rabu (26/3/2014)
itu, polisi mendapati kesimpulan, penguasaan
lahan dan tindak pidana ilegal loging tidak
hanya dilakukan oknum masyarakat.
"Oknum TNI berinisial Kolonel SM juga
didiuga terlibat. Saat ini, polisi masih
mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan
sebagai langkah penyelidikan," tegas Guntur.
Menurut Guntur, langkah penyelidikan yang
dilakukan kepolisian sebagai dasar
persamaan dalam hukum. "Itu sudah menjadi
prinsip hukum. Semua yang terlibat
melanggar hukum harus diungkap," kata
Guntur.
Meski yang diselidikinya adalah perwira TNI,
Polda Riau menjamin penyelidikan akan
berlangsung secara proporsional, profesional,
bisa dipertanggungjawabkan dan tanpa
tebang pilih. "Kalau polisi yang terlibat, kami
selidiki. Begitu juga dengan TNI, kalau
melanggar pidana tetap akan diselidiki juga,"
ucap Guntur.
Disamping itu, Polda Riau juga mencari titik
koordinat lahan yang diduga dimiliki oleh dua
mantan Kapolres Bengkalis berinisial T dan
M. "Itu masih dilakukan. Hasilnya belum ada
karena masih dilakukan koordinasi antara
petugas di lapangan dengan Ditreskrimsus
Polda Riau," kata Guntur.
Tak hanya mantan Kapolres, keterlibatan
Kapolsek Kota Siak yang diduga memiliki 200
hektar lahan di Cagar Biosfer juga akan di
dalami Polda Riau dan Polres Siak.
Menurutnya, Polri selalu berkomitmen
membersihkan anggotanya yang terlibat
pelanggaran hukum. "Polri akan menindak
anggota yang terlibat ilegal loging," tegas
Guntur. (Gerik mecha)

Perumahan (KPR-FLPP) Akan Segera Dibangun Di Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara


Aceh Utara_ Pemerintah Pusat melalui Menpera yang juga berkerjasama dengan Pemerintah Daerah dengan Program Pemerintah Pro Rakyat Rumah Sejahtera Tapak melalui Kredit Perumahan Rakyat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) segera akan dibangun perumahan program menpera di Kecamatan Kuta Makmur yang berada di tiga gampong yakni Gampong Cuemeucet, Gampong Guha Ulhe dan Gampong Blang Adoe.

CV. Casa Nova (24/04) Mukhtaruddin Daud selaku dirut untuk Aceh Utara & Lhokseumawe kepada Media ini mengatakan. Program perumahan ini adalah program dari Menpera yang juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Kredit Kepemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP) dari Pemerintah Pusat melalui Bank pelaksana yaitu Bank BRI Syariah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) TNI/Polri dan PNS yang memiliki penghasilan tetap, yang dibeli dari pengembang berbadan hukum.

Lebih lanjut Mukhtaruddin mengatakan, terima kasih kepada Bupati Pemerintah Aceh Utara, Kasdim,  juga Bapak Kepala Imigrasi, Bapak Kepala PU, beserta masyarakat  Gampong Cuemeucet, Gampong Guha Ulhe dan Gampong Blang Adoe, semua kalangan muspida juga muspika, kepada Bank BRISyariah Cabang Banda Aceh, juga kepala Bank BRISyariah Lhokseumamwe yang telah bekerjasama sehingga harapan rumah KPR-FLPP dapat segera dibangun, namun untuk sementara ini yang akan dibangun sebanyak 300 unit rumah sesuai dengan permintaaan atau kebutuhan masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara dan bila ada permintaan lagi dari masyarakat akan kita bangun lagi, jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah Program KPR-FLPP agar dapat mengisi formulir dengan menghubungi saudara Saumi dengan kontak person 085275........ Untuk sekarang ini lahan yang telah disiapkan untuk pembangunan Perumahan tersebut seluas 16,2 Ha yang akan dibangun rumah dengan tipe 36 sebanyak 1500 unit. (S)

Ciptakan pakan ternak organik, KSU Wassalam boyong juara I pada ajang lomba TTG Se Kabupaten Aceh Tamiang


Aceh Tamiang, beritalima.com: Koperasi Serba Usaha (KSU) Wangi Sari Selamat Jaya berhasil lolos berpredikat juara pertama setelah melalui proses penilaian dewan juri pada ajang lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (24/4) yang berlangsung dihalam gedung Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) di Karang Baru.
                Juara pertama yang berhasil disabet Koperasi asal Kampung Selamat Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang tersebut disebabkan Koperasi dimaksud telah menciptakan pakan ternak dari limbah pertanian dan perkebunan.
                "Bahan baku pakan ternak ini kita ambil dari dari limbah, seperti  pelepah kelapa sawit, Jerami padi dan pucuk tebu yang difermentasikan menjadi pakan ternak.", tutur Ketua koperasi KSM, Saiful Zuhri, SE, kepada beritalima.com.
Disebutkan Saiful Zuhri, dua jenis pakan ternak  Aktifator Suplemen dan Super Mineral Plus tersebut, kata Saiful merupakan hasil ciptaannya yang bermanfaat untuk meningkatkan protein pakan ternak, seperti Kerbau, Sapi, Kambing dan kuda.
"Para peternak selama ini belum dapat mengembangkan usaha ternaknya secara maksimal, mengingat masalah pakan ternak yang semangkin sulit diperoleh.Untuk mengembangkan budidaya ternak, 70 % tergantung pada masalah pakan ternak dan sebaliknya ialah masalah ternak, mutu genetik ternak, breeding system ( system perkawinan), manajemen (pemeliharaan) dan kesehatan ternak", ujarnya.
Kata Saiful lagi, mengingat masalah pakan yang merupakan kesulitan utama yang dihadapi peternak untuk memelihara ternaknya, terutama sapi, yang harus diberikan pakan hijauan makanan ternak (HMT) 10 % dari berat badan sehari, sehingga memerlukan lahan yang luas untuk kebun rumput dan lapangan penggembalaan, sedangkan pada saat ini dan kedepan yang semangkin sulit mendapatkan HMT untuk sapi/kerbau, disebabkan perluasan areal pertanian, perkebunan dan pemukinan serta pembangunan lainnya.
Selama ini, peternak masih memiliki kebiasaan memelihara ternak secara tradisional dengan cara melepaskan ternak untuk mencari makanan sendiri, sehingga mengganggu lingkungan yang antara lain, Kotoran sapi banyak bertaburan dijalan dan mengganggu tanaman masyarakat serta Kesehatan dan keamanan ternak tidak terjamin.
Manfaat hasil ciptaannya tersebut, ujar Saiful sangat berdampak pada beberapa aspek sosial ekonomi dan dapat meningkatkan status sosial dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Aspek budaya, dapat merubah pola pemeliharaan ternak secara tradisional menjadi usaha ternak secara insentif. Aspek agama, menghindari ternak memakan makanan dari tanaman masyarakat yang bukan haknya, sehingga untuk menajdi ternak kurban, bersih dari hal-hal yang merugikan orang lain.
Aspek ketaatan hukum, mendidik peternak untuk memelihara ternaknya secara intensif dan tidak mengganggu tanaman milik masyarakat dan aspek kelestarian lingkungan, mencegah agar ternak tidak berkeliaran, yang dapat mengganggu keamanan, kebersihaan, dan terhindar dari pencemaran lingkungan, karena pakan ternak tidak mengandung bahan kimia buatan, murni bahan organic yang berasal dari micro organisme yang memperbaiki lingkungan hidup.-

Lebih jauh dijelaskan, kemasan hasil fermentasi limbah pertanian dan perkebunan ciptaanya dan diberi bermerk WSM (yang berarti Wassalam-red) itu, untuk jenis Aktifator Suplemen dikemas dalam botol, sedang yang jenis Super Mineral Plus dikemas dalam bungkus plastik. Kedua jenis pemasok dayakesehatan ternak lebih tahan dari penyakit dimaksud, dan pakan yang sudah dipermentasi memiliki  daya tahan sampai dengan 3 tahun.
Kini, tambah Saiful Zuhri lagi, legalitas produk ciptaanya itu sudah terdaftar pada Kemenhum dan HAM-RI yang saat siap untuk dipasarkan secara umum. "Kita sudah siap memasarkan prodak kita dipasaran umum yang mengeuntungkan para peternak dan warga pedesaan yang memiliki piaraan ternak secara kecil kecilan", papar Saiful Zuhri. (SUPARMIN)

Pernah Setor ke Sejumlah Jenderal, "Raja Judi Riau" Malah Divonis Bebas MA


JAKARTA -- Raja judi dari Riau, Cindra Wijaya alias Acin dibebaskan Mahkamah Agung (MA) lewat vonis PK tahap II. Padahal dalam BAP di Polda Riau tahun 2008 lalu, Acin mengakui memberikan setoran kepada sejumlah jenderal di kepolisian.
Atas vonis ini, mantan kuasa hukum Acin saat di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Aswin Siregar mengatakan bahwa putusan PK tahap II itu sudah tepat.
"Karena memang sejak di PN dulu, pihak kejaksaan dan 43 saksi yang diajukan di pengadilan, tidak ada yang bisa membuktikan Acin sebagai bandar judi. Hanya saja saat itu PN memberikan vonis 3 tahun penjara," kata Aswin, Kamis (24/4/2014).
Putusan MA sangat sederhana yaitu Acin dinilai hanya pemilik ruko dan tidak mengetahui sama sekali jika rukonya yang disewa Lilis dijadikan markas judi.
Putusan PK tahap II itu di MA tentunya sangat menggelitik bila merujuk pada penangkapan Acin tahun 2008 silam. Dari bocoran BAP Acin diketahui jika Acin sebagai bandar judi. Dalam BAP itu dengan gamblang Acin menyebutkan sejumlah oknum jenderal yang menerima setoran bulanan darinya.
Dalam sebulan, Acin memberikan setoran sekitar minimal Rp 200 juta. Jumlah sebanyak itu kepada anggota dari berpangkat jenderal sampai Kapolsek. Pembagiannya disesuaikan dengan pangkat dan kedudukannya.
Saat itu jatah paling besar pucuk pimpinan Polda Riau yang menerima jatah bulanan Rp 50 juta. Termasuk juga jajaran di Polresta Pekanbaru dengan nilai setoran Rp 25 juta.
Bisnis judi Acin saat itu diberangus Kapolda Riau tahun 2008 saat itu dijabat Brigjen Hadiatmoko. Banyak kalangan, sebut saja mantan Kapolda Riau, Direksrim Polda Riau, serta sejumlah mantan Kapolresta Pekanbaru dibuat kebakaran jenggot. Sebab Acin 'bernyanyi' soal setoran yang dia berikan kepada oknum di institusi kepolisian tersebut.
Atas BAP Acin tersebut, saat itu Kapolresta Pekanbaru serta sejumlah perwira lainnya dimutasikan. Hanya saja kasus dugaan oknum polisi terima uang setoran judi sesuai keterangan Acin, tidak sampai ke pengadilan.
Dari putusan 4 tahun penjara itu, lanjut Aswin, kliennya melakukan upaya banding. Di putusan Pengadilan Tinggi (PT) terdakwa dibebaskan. Selanjutnya jaksa kasasi atas putusan tersebut. MA memberikan putusan 4 tahun penjara. Tak terima atas putusan MA, Acin menggunakan kuasa hukum lain mengajukan PK. Namun PK pertama ditolak, selanjutnya PK tahap II dikabulkan dan bebas.
"Bagi saya, ini sebuah keadilan. Karena hukum itu kan harus ada fakta di persidangan. Sejak awal saya sampaikan, tidak ada fakta kuat kalau klien saya sebagai big bos judi. Walau asumsi orang menyebutkan Acin adalah bandarnya. Tapi kan ini kita bicara hukum? Harus ada buktinya?," kata Aswin.
(dtc/cat)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

TKI Diperkosa Polisi Malaysia Lagi



Kasus WNI dperkosa oleh polisi Malaysia
berpangkat Kopral ternyata bukan isapan
jempol semata. Pihak Kedutaan Besar
Republik Indonesia di Kuala Lumpur (KBRI)
yang menyatakan insiden itu benar adanya.
Berikut ini kronologi pemerkosaan warga
negara Indonesia oleh polisi Malaysia versi
KBRI Kuala Lumpur dalam keterangan tertulis
yang diterima Liputan6.com, Sabtu
(14/12/2013):
Menurut KBRI Kuala Lumpur, perkosaan itu
berawal dari kedatangan 3 orang anggota
polisi ke rumah yang ditinggali korban dan
suaminya. Polisi tersebut kemudian
membawa korban serta 3 WNI penghuni
rumah lainnya ke Balai Polisi Bandar Baru
Bangi karena dianggap tidak memiliki izin
tinggal yang sah.
Suami korban tidak ikut dibawa, karena
memiliki izin tinggal yang sah. Dalam
perjalanan, ketiga WNI lainnya dibebaskan.
Namun korban tetap dibawa ke Balai Polisi
Bangi. Ternyata, dari balai tersebut korban
diajak ke sebuah hotel di daerah Kajang.
Di hotel itulah, korban diperkosa hingga 2 kali
sebelum diantar pulang ke rumahnya. Tidak
terima atas perlakuan asusila itu, korban pun
melaporkannya ke Balai Polis terdekat.
Sejauh ini, KBRI Kuala Lumpur akan terus
berkoordinasi dengan pihak kepolisian,
khususnya IPD (Markas Polisi) Kajang yang
menangani kasus tersebut.
"Untuk memonitor perkembangan
penanganan kasus perkosaan WNI, serta
memastikan proses hukum terus berlangsung
sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara polisi pemerkosa WNI itu
terancam hukuman bui 20 tahun juga
hukuman cambuk yang belum diketahui
jumlahnya. "Atas tuduhan Seksyen 375
Kanun Keseksaan dengan ancaman hukuman
maksimal penjara sampai dengan 20 tahun
serta dapat pula dikenakan sebat (hukuman
cambuk)," beber pihak KBRI. (Sihotang/Grtl)

Polisi Perkosa Tahan Hingga Hamil Di Poso



Beritalima.com, Poso - Seorang tahanan narkoba
berinisial FM, 24 tahun, menjadi korban
pemerkosaan oleh polisi yang bertugas di
Satuan Narkoba Kepolisian Resor Poso.
Direktur Kelompok Pemerhati Perempuan
dan Anak (KPPA) Sulawesi Tengah,
Mutmainah Korona yang mendampingi kasus
ini mengatakan, FM diduga diperkosa oleh
lebih dari satu orang anggota polisi di dalam
sel tahanan pada 23-24 Maret 2013
"FM diduga diperkosa oleh lebih dari satu
orang. Yang lainnya diduga melakukan
pelecehan seksual dan indikasi kekerasan
fisik," kata Mutmainah kepada Tempo, Sabtu
30 Maret 2013.
Berdasarkan hasil investigasi Kelompok
Pemerhati Perempuan dan Anak di lapangan,
pelaku diduga memperkosa dengan
mengancam menggunakan pistol. "Pelaku
sempat mengacungkan pistol ke arah kening
korban. Karena ketakutan FM melayani
oknum polisi tersebut. Dua kali hal tersebut
dilakukan," ujar Mutmainah.
Mutmainah berjanji akan mengawal kasus ini
hingga keadilan diperoleh korban. Dia pun
mendesak agar kepolisian setempat
menindak tegas para oknum polisi yang
sudah menodai kehormatan perempuan.
Selain itu, ia mengharapkan agar kepolisian
setempat segera memindahkan tahanan FM
ke tahanan Kepolisian Daerah Sulawesi
Tengah untuk menjaga hal-hal yang tidak di
inginkan terjadi pada korban.
"Kami hanya menjaga saja, agar korban
dapat terlindungi dan tidak ada intimidasi
ketika proses hukum berjalan yang dilakukan
polisi setempat," ujarnya.
FM adalah salah satu dari dua ibu rumah
tangga yang ditangkap oleh Satuan Narkoba
Polisi Resor Poso lantaran tertangkap tangan
sedang mengkonsumsi sabu-sabu. Ia
ditangkap bersama Y, 27 tahun, warga Poso
Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
"Penangkapan ini bermula dari laporan
masyarakat," kata Kepala Satuan Narkoba
Kepolisian Resor Poso, Ajun Komisaris Polisi
Henry Burhanuddin, beberapa waktu lalu.
Penangkapan terhadap dua perempuan ini
dilakukan di sebuah rumah kos di Jalan
Pulau Alor, Kelurahan Gebang Rejo,
Kecamatan Poso Kota.
Dari tangan dua tersangka itu, Hendry
menambahkan, diamankan satu paket sabu-
sabu, satu buah pireks berisi sabu-sabu,
satu buah botol kaca berwarna bening, jarum
suntik, pengganjal korek gas, pipet, dan
telepon seluler.
Kedua ibu rumah tangga itu dijerat dengan
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009
tentang Narkotika dengan ancaman hukuman
hingga 12 tahun penjara. (Lecha/Poso)
 
by : Fen 2013 | email: berita_lima@yahoo.com | Redaksi
Copyright © 2011. BeritaLima.com - Sukseskan Pemilu 2014
BL PT. MEDIA PUTRA PENDOWO by Group
Design by: Browalas.Com To AMOI