Headlines News :
Sukseskan PON XX Tahun 2020 Di Papua

Ratusan Polisi Berupaya Redam Bentrok Rapimnas PPP

JAKARTA -- Polisi terus berdatangan ke Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan di Jalan Diponegoro Nomor 60, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2014) malam. Itu dilakukan untuk menghindari bentrok antara peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP yang tengah berlangsung dengan sekelompok orang yang ingin membubarkan Rapimnas itu.

Saat ini sedikitnya ada 100 anggota Polri. Saat Rapimnas dimulai pukul 21.00 WIB, jumlah aparat yang mengamankan masih puluhan. Bala bantuan didatangkan ketika lebih dari 20 orang merangsek masuk ke lantai 3 tempat Rapimnas digelar.

Mereka hendak mererobos pintu ruang rapat. Namun, langkah mereka terhalang barikade aparat kepolisian dan satuan pengaman. Gagal masuk ruangan, mereka lantas melampiaskan kekesalan dengan berteriak dan membuat kericuhan di depan pintu ruang Rapimnas. Mereka meminta Rapimnas dibubarkan karena dinilai ilegal, dan hanya membuat perpecahan.

Mereka meminta rapat dilanjutkan setelah ada Ketua Umum PPP Suryadharma Ali." Harapan kami tunggu sampai Ketua Umum datang baru rapat dilanjutkan. Kami tidak ingin ada perpecahan di PPP," kata salah seorang dari mereka.

Oleh polisi mereka digiring ke lantai bawah. Setelah bernegosiasi, enam perwakilan dipersilakan naik ke lantai tiga. Sementara yang di lantai bawah terus berteriak agar Rapimnas dibubarkan karena dinilai ilegal.

Seperti diberitakan, Rapimnas PPP malam ini digelar untuk meminta klarifikasi Ketua Umum PPP Suryadharma Ali terkait kehadirannya dalam kampanye akbar Partai Gerindra. Tindakan Suryadharma Ali yang datang dan mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden dianggap menyalahi hasil mukernas PPP. Namun, SDA tak hadir dalam Rapimnas malam ini.

(mnc/ttd/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Gelombang Mutasi Kembali Bergulir, Bupati Dharmasraya Lantik 125 Pejabat

DHARMASRAYA -- Gelombang mutasi dan promosi jabatan kembali bergulir di jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Sebanyak 125 orang pejabat yang terdiri dari pejabat esselon II, III, dan IV dilantik Bupati Dharmasraya H. Adi Gunawan, bertempat di auditorium Dharmasraya,

Dari enam orang pejabat esselon II yang dilantik, tiga orang diantaranya mendapat promosi jabatan Drs. Saikrasno, M. Si dipercaya sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral. ST. M. Taufik, SE, MM yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan Setda Dharmasraya dipercaya menjabat Pj. Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modan, Pengadaan Barang dan jasa (BP2MPBJ) dan Akrial S.Pd, MM yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika, Pariwisata dan Budaya dipercaya untuk menjadi pucuk pimpinan di instansi tersebut.

Sementara itu, Drs. Zubrizal yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, Usaha mikro, Kecil dan Menengah (Koperindag & UMKM) dilantik menjadi Staf Ahli Bupati bidang Hukum dan Politik. Khairuddin, SE, MM ditunjuk menggantikan Drs. Zubrizal, dimana sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sedangkan Ridwan Jaya, SH, MM yang sebelumnya menjabat kepala BP2MPBJ ditunjuk untuk menjabat kepala Bappeda.

Di lingkup Sekretariat Daerah juga terjadi mutasi dan promosi jabatan. Dimana jabatan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang sebelumnya dijabat Drs. Novhendri S, MM sekarang dipercayakan kepada mantan Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya, Catur Ebyandri Mushendra, SSTP, M.Si, sedangkan pejabat lama dipercaya memimpin Kepala Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan. 
Di Bagian Humas dan Protokol juga terjadi pertukaran pimpinan dari Paryanto, S. Sos, MT, sekarang menjabat Sekretaris Bappeda, kepada Budi Waluyo, A. Md yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Peternakan dan Perikanan.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Gunawan menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan adalah semata-mata kebutuhan organisasi tanpa ada kepentingan pribadi atau golongan.

"Mutasi dan promosi jabatan adalah hal biasa bagi seorang PNS. Hal ini dilakukan sebagai penyegaran dan pengembangan karir PNS tersebut. Pengangkatan ini sebelumnya telah melalui pengkajian, evaluasi dan pembahasan oleh tim Baperjakat. Jadi tidak ada terdapat kepentingan pribadi atau golongan di dalamnya," ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, bahwa ke depan, tuntutan, hambatan dan rintangan akan semakin berat dan komplek. Untuk itu dibutuhkan keseriusan, kerja keras dan keikhlasan dalam bekerja, sehingga semua hambatan dan rintangan dapat teratasi.

"Saya yakin anda akan memberikan yang terbaik untuk daerah ini, sehingga nantinya darma bhakti anda ini tidak akan hilang begitu saja, namun akan selalu dikenang sebagai pengabdian yang ikhlas. Untuk itu jalankanlah amanat ini dengan sebaik-baiknya. Berfikirlah ke depan untuk membangun daerah ini, karena Dharmasraya membutuhkan kerja keras dan pengabdian anda," pungkas Bupati.
(soc/ep/irs)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Perolehan Suara Minim, Caleg Nasdem Sekap & Siksa Tim Sukses

BINJAI, SUMUT -- Setelah disekap dan disiksa oleh kelompok ormas pemuda di Binjai, Sumatera Utara, dua orang lagi tim sukses celeg dari Partai Nasdem akhirnya diselamatkan dari rumah kosong dalam kondisi tangan diborgol di Jalan Gunung Sibayak, Kota Binjai, Sabtu (19/4/2014).
Kondisi kedua tim sukses caleg gagal itu dipenuhi luka bekas api rokok, setruman listrik dan pukulan benda tumpul. Kondisi korban trauma berat. Keduanya adalah Sunardi dan Khairul Amin, warga Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai.
Di kaki kedua korban juga ditemukan bekas tembakan senapan angin. Saat diperiksa ke rumah sakit, peluru dari senapan angin itu masih bersarang.
Kepada petugas kepolisian, korban mengaku telah mengalami penyiksaan yang diduga telah dilakukan oleh salah satu ormas di rumah kosong, yang berada di sebelah kantor ormas.
Kedua korban diketahui merupakan tim sukses salah satu caleg dari Partai Nasdem, Restu Kuara Ningrum, nomor urut 3, daerah pemilihan Binjai dua. Sang caleg gagal memperoleh suara dalam pemilu legislatif, 9 April lalu.
Penyiksaan diduga berhubungan dengan imbas minimnya perolehan suara si caleg. Sedangkan mereka sudah menerima uang sebanyak Rp86 juta untuk dibagikan kepada pemilih.
Sayangnya, setelah uang dibagikan, caleg yang mereka perjuangkan tidak mendapatkan suara dan gagal menjadi anggota DPRD Kota Binjai.
Kedua korban lantas diminta mengembalikan uang yang telah mereka terima dan diancam akan terus disekap jika uang tersebut belum dikembalikan.
Kasat Reskrim Polres Binjai, Ajun Komisaris Polisi Repi Nurvilani, menyatakan penyekapan tim sukses oleh kelompok ormas pemuda ini telah mereka ketahui dan baru malam ini berhasil dibebaskan.
"Keduanya sudah berada di mapolres Binjai guna dimintai keterangan," kata Repi.

Puluhan personel Polres Binjai, Sumatera Utara, langsung melakukan penggerebekan ke markas ormas pemuda yang berada di Jalan Gunung Sibayak, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Sayangnya, saat tiba di kantor ormas pemuda, petugas tidak menemukan satu orang pun anggota ormas. Kemudian petugas melakukan penyisiran ruangan mencari alat bukti yang digunakan pelaku. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah sejata tajam jenis kelewang, tombak, senapan angin dan anak panah beracun.
Selain itu, petugas juga menemukan alat setrum listrik yang diduga telah digunakan tersangka untuk menyiksa korban.
Kepala Bagian Operasional Polres Binjai, Komisaris Polisi Reza Fahlevi Lubis, menyatakan penggerebekan dilakukan setelah ditemukannya bukti dan pengakuan korban terkait siapa pelaku penyiksaan.
"Kita masih terus memburu pelaku penyekapan dan penyiksaan. Sudah diketahui identitasnya," katanya.
Sebelumnya, satu orang tim sukses lainnya bernama Surya juga pernah disekap selama enam hari oleh kelompok yang sama. Namun, dia dibebaskan pelaku karena mendapat jaminan dari orang tuanya akan mengganti semua uang yang telah diterima.
Tapi, karena tidak terima dengan penyiksaan yang dialami, Surya beserta keluarganya melapor ke polisi. 
(vvc/one/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com














Bibi Kim Jong-un 'menghilang misterius' dari film propaganda Korea Utara

KOREA UTARA -- Bibi dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, secara misterius menghilang dari sebuah film propaganda yang telah diputar ulang. Ini menimbulkan spekulasi dia telah 'dibersihkan' atau bahkan dieksekusi.
Kim Kyong-hui, 67 tahun, adalah janda dari Jang Song-taek, yang sebelumnya telah dieksekusi oleh Kim Jong-un atas tuduhan pengkhianatan. Meski sementara ini dia dipercaya akan tetap 'aman' di bawah bayang-bayang rezim kebrutalan keponakannya itu, tapi para analis mengatakan hilangnya dia dari film dokumenter itu terbilang menyeramkan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Sabtu (19/4/2014).
Kim sering terlihat di sisi sang keponakan dan istrinya pada acara-acara publik sampai Januari tahun ini, ketika penampilan publik terakhirnya di dokumenter ditampilkan di Televisi Pusat Korea Utara (KCTV).
Dalam rekaman itu, yang ditayangkan pada Januari lalu, Kim terlihat berjalan dengan keponakan dan istrinya menuju Istana Kumsusan Matahari di Ibu Kota Pyongyang, untuk memberikan penghormatan kepada jenazah mantan pemimpin Korea Utara Kim Il-sung dan Kim Jong-il yang sudah dibalsem.
Keselamatan Kim dari tindakan 'pembersihan' atau eksekusi selalu dianggap tidak akan terjadi karena dia adalah putri dari pendiri Korea Utara Kim Il-sung dan adik almarhum pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il.Perannya baru-baru ini adalah sebagai Sekretaris untuk Organisasi Partai Buruh Korea.
Meski dia sering terlihat berada di dekat Kim Jong-un di sejumlah acara-acara publik, dihilangkannya dia dengan sengaja dari film dokumenter asli itu membuat para pengamat berpendapat dia mungkin tidak pernah terlihat lagi.
Koran asal Korea Selatan Chosun Ilbo, yang memiliki sumber terpercaya di antara pengamat Korea Utara, melaporkan pemutaran asli film itu sebelumnya menampilkan Kim. Tapi pada pemutaran kembali film tersebut pada Selasa kemarin bahwa dalam adegan itu hanya memperlihatkan Kim Jong-un, istrinya, dan para pejabat militer laki-laki.
"Tampaknya Kim Kyong-hui mengundurkan diri dari posisi utama dalam partai, tetapi kita perlu verifikasi tambahan untuk melihat apakah dia digulingkan," tulis koran itu, mengutip pernyataan dari Kementerian Penyatuan di Seoul.
Kim sempat terlihat 'secara utuh' di sebuah konser publik pada September tahun lalu. Namun, ketika namanya berada dalam daftar di antara para pejabat tinggi di sebuah komite pengorganisasian pemakaman kenegaraan dari seorang pejabat senior Partai Buruh, dia tidak hadir.
Ini mengarah ke desas-desus dia telah meninggal atau sedang sakit parah. Tapi kemudian dia muncul dalam pertunjukkan pertama film dokumenter itu pada Januari lalu.
Meskipun perlindungan terhadap dirinya dianggap lantaran memiliki keturunan langsung dari pendiri Korea Utara, Kim Il-sung, tapi Kim masih memiliki hubungan dengan seorang suami yang secara terbuka dikecam sebagai pengkhianat dan dieksekusi pada bulan Desember tahun lalu.
Setelah kematiannya, anggota keluarga yang memiliki kaitan langsung dengan suaminya itu dikatakan telah ditembak mati dan kerabat lainnya dihukum di dalam kamp kerja paksa.
Di antara mereka yang tewas, yang dilaporkan merupakan perintah langsung dari Kim Jong-un, adalah duta besar Korea Utara untuk Kuba dan Malaysia.
Insiden 'menghilangnya' Kim Kyong-hui telah menimbulkan spekulasi bahwa tempatnya dalam posisi tinggi di Partai Buruh telah diambil oleh adik Kim Jong-un, Yo-jong.
(mdk/fas/bin)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Akibat Suara Golkar Dibawah Harapan, Desak DPP Beri Penjelasan

JAKARTA, beritalima.com - Yorrys Raweyai Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (Ketum AMPG) yang didampingi Sekjen Muhammad Sarmuji terhadap hasil quick count Pemilihan Legislatif 2014 yang menghasilkan Partai Golkar hanya mencapai 14,30%, merasa kecewa berat. Oleh karena itu underbow partai golkar itu mendesak dan meminta DPP partai memberikan penjelasan terkait pencapaian suara partai.

"Hasilnya sungguh jauh dari target yang dicanangkan Bapilu yaitu kisaran angka 25-26 persen," tutur Yorrys Raweyai, Sabtu (19/4/2014).‬

Yorrys menambahkan, AMPG akan mendesak adanya evaluasi atas hasil yang diraih dalam Pileg lalu oleh DPP. Atas dasar itu Yorrys akan mendorong evaluasi tersebut sesuai dengan AD/ART partai.‬

‪"Golkar itu organisasi partai politik yang modern, kita tidak mau untuk berandai-andai, sehingga berdasarkan pengalaman berorganisasi maka evaluasi tersebut akan disuarakan saat rapimnas bulan Mei mendatang," ujarnya.‬

‪Masih lanjut Yorrys, banyak desakan dari arus bawah partai yang kecewa dengan kinerja DPP.‬ Oleh karena itu, dirinya mendesak agar ada jawaban secepatnya terkait rapimnas.

‪"DPP harus cepat merespon sebelum ada kejolak dan mengambil sikap atas aspirasi dari arus bawah dan semua sayap Golkar. Kami mendesak DPP untuk melakukan konsolidasi dan evaluasi dalam rapimnas mendatang,"pungkasnya. dedy mulyadi
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

Atas Kasus Pelecehan Seksual, KPPA Mendesak Presiden

JAKARTA, beritalima.com - Koalisi Penyelenggara Pendidikan Anak (KPPA) atas inisiator Komnas Waspan, Satgas Perlindungan Anak, LBH Bogor mendesak Presiden RI untuk mempercepat penerapan system perlindungan anak di Indonesia, mengingat kasus yang menimpa murid TK International School di Jakarta Selatan agar diusut sampai tuntas sehingga dapat mengurangi kekhawatiran dan kegelisahaan orang tua, masyarakat dan lembaga pendidikan.
KPPA yang juga sebagai petisi Handayani yang terdiri dari M. Ihsan, SH.,MH.,M.Si; yuhendra, SH.,MH; daulat Hutasoit, SH; siswadi Halawa, SH; Irsan Gusfrianto, SH; RR Sulistya Indrayati, SH meminta kepada Mendikbud untk melakukan sosialisasi pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan, hingga masyarakat mengetahui dan memahami tentang prosedur penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.
Mereka juga menghimbau kepada Kapolri untuk mengusut tuntas kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Indonesia, khususnya yang di lembaga pendidikan hingga ada jaminan bagi orang tua, penyelenggara pendidikan dan masyarakat bahwa siapapun yang melakukan tindak pidana seksual harus mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
Konferensi pers yang dibacakan Ali Tanjung sebagai koordinator KPPA menghimbau penyelenggara International School yang telah kecolongan mempekerjakan penjahat kelamin agar membuat laporan kepada kepolisian untuk menghukum seberat-beratnya. Begitu juga menghimbau masyarakast luas untuk bpro aktif melaporkan kepada kepolisian jika mengetahui anak mengalami ancaman. Lanjutnya Ali Tanjung mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melakukan pengawasan pemberitaan yang merusak keberlangsungan pendidikan anak sesuai pasal 117 UU Perlindungan Anak.
Selain itu, Ali menegaskan, seluruh stake holder agar menahan diri dalam mengeksploitasi pemberitaan atau dugaan dan menjaga bersama-sama kehancuran dunia pendidikan anak di Indonesia. Lain hal diungkapkan Ali Tanjung usai konferensi pers bahwa tidak semua kasus pelecehan seksual diinginkan melainkan harusbdikutuk pelaku pelecehan seksual dari lembaga pendidikan.
Sementara diungkapkan Ali Tanjung terhadap desakan kepada Presiden RI, dalam arti kebijakan dan bukan hanya berdasarkan pasal per pasal walaupun arahnya pada Pasal 54 UU Perlindungan Anak.
"Ini beda bukan kasus hukum biasa namun karena pembentukan petisi ini hanya sebagai contoh agar lembaga pendidikan dapat menegakan hukum," tandasnya. dedy mulyadi





Dilaporkan "Money Politics", Caleg DPR-RI Demokrat Pukuli Mantan Tim Sukses

YOGYAKARTA -- Maksud hati ingin memberikan laporan dugaan money politics ke kantor Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta (Bawaslu DIY), apa daya, begitu sampai di kantor yang dituju, malah kebagian "bogem mentah".

Insiden pemukulan ini terjadi sekitar pukul 12.20 WIB hari ini, korbannya bernama Indria Gunawan (43), mantan tim sukses calon anggota legislatif (caleg) Partai Demokrat untuk DPR-RI nomor urut 4 berinisial "AT". Celakanya, pelaku pemukulan adalah AT sendiri, yang merasa tak senang atas pengaduan korban ke Bawaslu DIY.

Kepada media ini, korban memaparkan, sebelum diserang secara tiba-tiba oleh AT, ia bermaksud menemui komisioner Bawaslu DIY guna memberikan keterangan terkait laporan dugaan money politics dengan AT selaku terlapor.

Sebelum sempat membeberkan lebih lanjut dugaan money politics yang diketahuinya, AT keburu mencegat dengan ekspresi penuh kemarahan. Sempat berlangsung perang mulut antara korban dan sang caleg. Namun sejurus kemudian, sekonyong-konyong AT yang terlanjur kalap melayangkan "bogem mentah" dan mendarat di pipi kanan korban. Korban yang ciut nyali tak kuasa membalas serangan AT yang kalap.

Mujur bagi korban, sebelum AT melanjutkan serangannya, sejumlah orang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sigap melerai. Kesal emosinya tak terlampiaskan maksimal, AT lalu memaki-maki korban seraya melontarkan kata-kata bernada ancaman. Begitu masyarakat dan mulai merubung, AT berlalu meninggalkan kantor Bawaslu DIY yang berlokasi di Jl. Nyai Ageng Nis No.54, Peleman, Rejowinangan, KG, Yogyakarta tersebut.

Korban yang mengalami lebam pada bagian pipi kanannya, melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Kotogede. Hingga berita ini diturunkan, AT yang mencaleg untuk DPR-RI dari Partai Demokrat belum diamankan petugas, sementara korban yang tercatat sebagai warga Ploso I RT 01/RW 14, Sumberwungu Tepus, Yogyakarta, telah diambilkan visum et repertum-nya.

(BL-1/ede)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com

Sanggar Alang-Alang Ikut Bantu Pemerintah Tangani Anak Jalanan

beritalima.com, Sanggar Alang-alang telah ikut membantu pemerintah baik provinsi maupun kota untuk menangani anak jalanan. Dalam usianya yang mencapai 16 tahun, telah banyak yang dilakukan Sanggar Alang-alang pada anak-anak jalanan. 
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Peringatan HUT ke-16 tahun Sanggar Alang-alang "Belajar-berkarya-berdoa" di Food Court Golden City Mall Surabaya, Sabtu (19/4).
Ia mengatakan, Sanggar Alang-alang bisa bertahan hingga usianya ke-16 tahun, karena manfaatnya bisa dirasakan anak-anak jalanan dan masyarakat Surabaya. Bahkan sanggar ini banyak memiliki prestasi yang membanggakan. Salah satunya yakni tim sepakbola putra anak jalanan Indonesia berasal dari Sanggar Alang-alang bisa berhasil lolos ke perempat-final Street Child World Cup (turnamen sepakbola bagi anak-anak jalanan di seluruh dunia).   
Gus Ipul sapaan akrab lekatnya menyampaikan, pendiri sanggar ini telah membuat anak-anak jalanan dan generasi mendatang menjadi generasi yang hebat dan luar biasa. "Adik-adik Sanggar Alang-alang bisa menjadi penerus bangsa, siap menjadi generasi yang sukses," ujarnya. 
Gus Ipul juga menyampaikan selamat ulang tahun ke-16 kepada Sanggar Alang-alang dan berharap agar semakin sukses untuk Sanggar Alang-alang. Ia menyerahkan Buku "Bukan Alang-Alang Biasa" kepada para donator tetap sanggar. 
Pada kesempatan yang sama, Istri Menteri BUMN RI Nafsiah Sabri Dahlan ikut menghadiri peringatan HUT ke-16 Tahun Sanggar Alang-alang. Ia bersama Menteri BUMN RI dikenal sebagai salah satu donator tetap yang ikut membangun dan membesarkan Sanggar Alang-alang. (red). 


Ketua BKOW Jatim Optimis Musik Kolintang Bisa Go International

Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Timur, Dra. Hj. Ummu Fatma Saifullah Yusuf optimis musik kolintang bisa go international. Ini karena kolintang merupakan alat musik tradisional asli Indonesia yang memiliki alunan nada yang khas dan unik.
Keunikan tersebut diantaranya yakni cara memainkannya harus secara berkelompok dengan penataan aransemen musik, teknik yang baik, dan ditunjang dengan penyanyi yang memiliki suara merdu. Berbagai keunikan itulah yang menjadikan kolintang memiliki keunggulan tersendiri yang tak kalah dengan permainan alat musik dari negara lain.
"Musik kolintang dapat eksis dan sejajar dengan alat musik lain. Dengan menggaungkan kembali dan mengajak masyarakat mencintai musik ini, kami optimis musik kolintang akan semakin eksis di Jawa Timur, bahkan sampai ke mancanegara"kata Fatma saat membuka R.A Kartini Kolintang Competition 2014 di Grand City Mall Surabaya. Sabtu (19/4).
Fatma mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan BKOW Jatim untuk menggaungkan kembali sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai musik kolintang adalah melalui festival Kolintang yang diselenggarakan rutin dalam tiga tahun terakhir. Festival ini juga bertujuan untuk memperingati hari kelahiran pahlawan nasional, RA Kartini.
"Festival ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya tradisional asli Indonesia sehingga dapat menunjukkan jati diri dan kepribadian bangsa yang harus dipertahankan ditengah arus modern. Dengan semangat Kartini, BKOW Jatim bertekad untuk menjaga musik kolintang selalu eksis bahkan bisa terdengar hingga ke level dunia" katanya.
Agar lebih dicintai oleh generasi muda, Fatma juga mengajak insan pendidikan, khususnya sekolah-sekolah di Jatim untuk menjadikan kolintang sebagai salah satu pilihan ekstra kulikuler siswa. "Mari bersama mengenalkan musik kolintang, agar anak-anak muda semakin mengenal musik ini dan mencintai alat musik tradisional. Ditangan merekalah harapan budaya dan bangsa dapat diteruskan." pesannya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Festival Kolintang, Tuti mengatakan, festival diikuti oleh 11 grup kolintang wanita dewasa umum dari BKOW se-Jatim. Diantaranya, Petrokimia Gresik, Armatim, DWP Dinas Pendidikan Sidoarjo, Srikandi Ngawi, Perhutani, PKK Rungkut Harapan Surabaya, DWP Dipenda Jatim, dan BKOW Pacitan.
Kesebelas grup tersebut akan mengikuti babak penyisihan pada tanggal 19 April, masing-masing grup menyanyikan 2 buah lagu yang terdiri dari lagu wajib berjudul "Baktimu Kartini" dan satu lagu pilihan. Penampilan pertama adalah grup Petrokimia Gresik yang membawakan lagu wajib dan lagu pilihan berjudul "Lentera Cinta", sedangkan grup yang terakhir tampil adalah Grup BKOW Pacitan yang membawakan lagu wajib dan lagu pilihan berjudul "Ibunda".
Dari sebelas grup yang tampil, panitia hanya meloloskan 8 grup yang akan tampil di babak Grand Final yang diselenggarakan pada hari Minggu, 20 April 2014. Juara I lomba tersebut akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp. 5 juta, Juara mendapat II Rp. 4 juta, Juara III mendapat Rp. 3 juta, Juara Harapan I mendapat Rp. 2,5 juta, Juara Harapan II mendapat Rp. 2 juta, dan Juara Harapan III mendapat Rp. 1,5 juta. Total hadiah festival tersebut adalah sebesar Rp. 19 juta.
Panitia juga memberikan hadiah tambahan untuk kategori Penyaji Terbaik Irama Kroncong, Penyaji Terbaik Lagu Pop, dan Penyaji Terbaik Instrumen Lagu Daerah. Kriteria pemenang menurut dewan juri adalah berdasarkan penilaian terhadap aransemen musik, teknik, vokal, pembawaan dan penampilan.
Hadir pada kesempatan itu, Istri Sekdaprov Jatim, Hj. Chairani Yuliati Akhmad Sukardi, Istri Ketua DPRD Jatim, Elok Sunardhi, para istri Forpimda, dan pengurus BKOW se-Jatim. (red)

Suprapto: Kerugian Ratusan Juta Rupiah di Dinas Prasjal Tarkim Sumbar adalah "Rahasia Negara"

PADANG -- Penghargaan yang diperoleh Dinas Prasjal Tarkim Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2012 lalu patut dipertanyakan. Pasalnya, menurut data beredar di kalangan mass media Sumbar, penghargaan tersebut disinyalir sekedar "lips service". Semata untuk mengangkat nama Provinsi Sumatera Barat dengan jalan menutupi "kongkalingkong" antar instansi atau pejabat di lingkungan kerja masing-masing.
Hal ini dibuktikan hasil data temuan lapangan bahwa pada tahun anggaran 2012, pada sejumlah pekerjaan Dinas Prasjal Tarkim di bawah kepemimpinan Ir. Suprapto, terindikasi telah terjadi kerugian negara. Dimana pada beberapa item temuan lapangan, secara mencolok terjadi kelebihan pembayaran pekerjaan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan serta Program Pengembangan System Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah lebih kurang Rp469,11 juta.
Kuat dugaan KPA dan PPTK telah membayarkan masing-masing nilai volume pekerjaan 100 persen, sedangkan hasil cross check lapangan, berbanding terbalik. Dimana secara global pada masing-masing pekerjaan terdapat kekurangan volume yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara.
Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar Ir. Suprapto saat dikonfirmasi sejumlah mass media enggan berkomentar banyak, karena tidak mau membahas persoalan yang menurutnya telah berlalu. Ketika didesak apakah hasil temuan ini benar atau tidak, ia tidak membantah, namun ia menyayangkan sekali atas tindakan oknum yang telah membocorkan data ke mass media, sebab ini adalah rahasia negara.
"Ini kan rahasia negara? Mengapa bisa beredar di tengah masyarakat? Saya bisa pertanyakan hal ini ke Inspektorat Provinsi Sumatera Barat dan BPKP Perwakilan Sumatera Barat," ucapnya kepada rekan media yang konfirmasi.
Sementara ketika tim investigasi media ini mencoba meminta klarifikasi via pesan singkat, Suprapto menganjurkan supaya media ini mengajukan surat resmi Dinas Prasjal Tarkim atau ke Inspektorat Sumbar karena temuan pengawasan adalah "rahasia negara".
"Saya tidak berhak menjawab, yang berhak menjawab Bawasda (Inspektorat-red) yang punya tupoksi," jelas Suprapto dalam pesan singkatnya kepada media ini.
Sementara, tentang kerugian negara yang disebabkan kelebihan pembayaran tersebut, seperti dilansir sejumlah mass media Sumbar, Suprapto menjelaskan bahwa uang tersebut juga telah dikembalikan ke kas daerah sesuai dengan bukti setoran.
Koordinator Aliansi Media Online & Informatika (AMOI) Wilayah Sumatera, Ecevit Demirel, menyayangkan sikap Suprapto yang seolah berlindung pada kata "rahasia negara". Padahal dalam alam transisi demokrasi ini, pemerintah dengan tegas memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi penting, baik yang bersifat internal maupun eksternal, yang bertujuan untuk meminimalisir para oknum-oknum pejabat publik melakukan tindak korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). 
Dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ditegaskan bahwa sebuah informasi dikatakan sebagai "rahasia negara" adalah apabila informasi tersebut dibocorkan atau disebarkan luaskan, akan dapat membahayakan keamanan dan kepentingan nasional sehingga terjadinya "chaos" bagi negara tersebut baik secara politik maupun ekonomi.
Pernyataan Suprapto bahwa informasi yang dihimpun lalu dipublish mass media ihwal indikasi tindak pidana korupsi ratusan juta rupiah di dinas yang dipimpinnya adalah "rahasia negara", menurut Ecevit, hanya akan menambah bingung masyarakat.
(tim)
BeritaLima Cyber Media Group » www.beritalima.comwww.sumateratime.comwww.satuwarta.comwww.caleg-indonesia.comwww.ipppk.comwww.potretdesa.com









 
by : Fen 2013 | email: berita_lima@yahoo.com | Redaksi
Copyright © 2011. BeritaLima.com - Sukseskan Pemilu 2014
BL PT. MEDIA PUTRA PENDOWO by Group
To AMOI